Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Yang Tinggi, Menjadi Hamba
Selasa, 16 September 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 4:6-13
Audio Ayat
Audio Renungan
Manusia cenderung berusaha akrab dengan mereka yang secara sosial sejajar, atau kalau mungkin, lebih tinggi. Biasanya, pertemanan akrab dengan mereka yang secara sosial lebih "rendah", apalagi "sampah", dihindari karena dianggap berisiko menjatuhkan pamor.
Faktor sosial seperti ini menjadi salah satu penyebab konflik antara sebagian jemaat Korintus dengan Paulus. Mereka menganggap Paulus yang kerap menderita (11-13), punya kelemahan fisik ("lemah", 10; bdk. 2Kor. 12:7), dan hidup dari pekerjaan yang relatif kasar (12) itu tidak layak untuk tetap dekat dan melayani gereja Korintus, jemaat yang kaya dalam karunia dan berkat Allah. Paulus mengoreksi pandangan mereka yang salah ini dengan sebuah sindiran, "Tidakkah akan terasa lucu bila Injil berkat melimpah yang jaya itu diberitakan oleh seorang malang, rendah, lemah dan hina (9-10)?"
Memang suatu ironi karena mereka mulia, sementara Paulus dan rekan-rekannya hina, dan seterusnya (8-10). Ironi ini bertujuan menyadarkan jemaat Korintus bahwa manusia yang rohani menerima Roh Allah, memiliki hikmat-Nya, dan bermegah dalam-Nya, justru menjadi hamba. Paulus menunjukkan bahwa dalam penderitaan dirinya dan rekannya membuat ia lebih paham akan derita Kristus (bdk. 9-13 dengan Yes. 53:2b-3). Dalam keadaan seperti ini, kebenaran dan hikmat Allah dianggap sebagai kebodohan bagi dunia (bdk. dengan 1:26-29). Karena itu, panggilan agar kita hidup menjadi orang-orang kudus (1:2) berarti hidup sedemikian rupa sebagai seorang hamba dengan konsekuensi dianggap bodoh serta hina oleh dunia.
Renungkan: Anda juga tidak dapat melayani dua tuan, yakni: antara Allah dan diri Anda, ataupun kepentingan pribadi Anda. Tundukan diri anda sebagai hamba Kristus, supaya anda dapat melayani Allah dalam dunia.