Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Karya Tuhan atas Umat-Nya
Sabtu, 19 September 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Kejadian 39:1-6
Audio Ayat
Audio Renungan
Berbeda dengan gambaran kehidupan Yehuda pada pasal sebelumnya, pasal ini menggambarkan pribadi dan keteguhan Yusuf yang sangat kuat dan menonjol. Padahal ia berada jauh dari kaum keluarganya. Ia berada di Mesir, suatu negeri dan bangsa yang memiliki budaya yang asing dan percaya kepada dewa-dewa (1). Lagi pula, hal itu bukan karena pilihannya, tetapi karena persoalan keluarganya sehingga ia sampai di sana. Suatu situasi yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun.
Berdasarkan peristiwa yang terjadi padanya dan karena tempat ia tinggal saat itu bukanlah tempat keluarganya, maka kesempatan bagi Yusuf untuk menyimpang dari apa yang dianutnya, sangat terbuka. Namun, Yusuf tidak berlaku demikian. Lalu, siapa yang peduli terhadap dirinya yang adalah orang asing, apalagi statusnya adalah budak? Jawabannya, Tuhan dan penyertaan-Nya.
Penyertaan Tuhan jauh melampaui situasi yang dialami Yusuf. Ini terbukti pada karya Tuhan yang terjadi dalam hidup dan pekerjaannya di rumah Potifar (2-3). Memang banyak orang yang berhasil karena kerja kerasnya. Itu bagus. Namun, perlu diingat, sebagai orang percaya, jauh lebih penting bagi kita untuk menyadari penyertaan Tuhan dalam hidup dan pekerjaan kita. Penyertaan Tuhan juga tidak dibatasi faktor geografis. Semua tempat adalah milik-Nya dan Ia berkuasa di atasnya. Di negeri Mesir bahkan di dalam keluarga Potifar pun, ada karya Tuhan di dalamnya (1,5-6). Tuhan dalam kasih-Nya, memberikan berkat kepada Yusuf sekaligus juga pada keluarga Potifar. Penyertaan Tuhan terjadi karena Ia adalah kasih adanya.
Bukan karena jasa manusia, kemampuan atau kepintaran manusia, tetapi berdasarkan pada pribadi Tuhan sendiri. Hanya melalui anugerah Tuhan maka seseorang mendapatkan berkat-Nya.
Bagaimana dengan perjalanan hidup dan pekerjaan Anda? Sudah seberapa jauhkah Anda menyadari penyertaan Tuhan di dalamnya? Selama Tuhan masih memberikan kesempatan, gunakanlah sebaik-baiknya untuk berkarya bagi-Nya.