Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Keyakinan yang Teguh
Minggu, 8 Februari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Timotius 1:1-2
Audio Ayat
Audio Renungan
Surat wasiat merupakan pernyataan sah yang dibuat oleh seseorang sebelum meninggal dunia. Surat tersebut berisi pesan-pesan penting dari penulis untuk orang yang ditinggalkan.
Menurut beberapa penafsir, surat 2 Timotius disebut sebagai surat wasiat Paulus untuk anak rohaninya, Timotius. Surat ini merupakan catatan terakhir yang ditulis oleh Paulus sebelum ia dihukum mati oleh pihak Romawi (band. Kis. 28:17). Dalam tulisannya ini, tampaknya Paulus sadar bahwa waktu kematiannya sudah semakin dekat (4:6-18).
Sekalipun ia harus menghadapi kematian, namun semangat dan keyakinannya tak pernah padam. Ia bahkan tanpa ragu mengungkapkan statusnya sebagai rasul Kristus, utusan untuk memberitakan janji keselamatan (1). Ucapan Paulus ini menunjukkan kualitas imannya. Sebab keyakinan ini diungkapkan, justru dalam kondisi ia dipenjara dan menunggu hukuman mati. Bahkan semangat Paulus untuk memberitakan injil pun tidak pernah padam, sekalipun karena alasan itu dia harus menerima hukuman berat.
Iman Paulus juga terlihat, ketika ia meneguhkan Timotius yang sedang berada di Efesus untuk memimpin jemaat di sana (2). Penderitaan yang dialami Paulus oleh karena Kristus tidak membuatnya merasa perlu dikasihani. Ia justru sanggup mendoakan orang lain dan bahkan memikirkan sesuatu untuk kebaikan orang lain (band. 2Tim. 4:11-22).
Nas hari ini mengajarkan kita, bahwa iman yang teguh dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan serta penderitaan. Dengan demikian, kita dapat belajar hidup tidak berfokus pada diri sendiri. Bahkan, kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun dalam kondisi yang sulit. Karena itu, marilah kita belajar bertumbuh dalam iman pada Kristus. Caranya, dengan membangun relasi yang intim dengan Dia melalui doa, saat teduh pribadi, serta perenungan akan firman Tuhan.
Renungkan: Teguh tidaknya iman seseorang, teruji melalui kondisi-kondisi buruk yang harus dihadapinya karena Kristus. Sanggupkah kita tetap teguh beriman pada-Nya?