Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kristus Memberi Hidup
Sabtu, 22 Februari 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 1:10-18
Audio Ayat
Audio Renungan
Siapa yang berhak menyelamatkan manusia berdosa? Bukankah manusia berdosa seharusnya dihukum Allah? Lalu mengapa Tuhan Yesus mau menyelamatkan manusia sehingga manusia tidak binasa?
Bila pada pasal 1:1-9, Yohanes menegaskan ke-Ilahi-an Kristus maka pada bagian ini kemanusiaan-Nya yang ditekankan. âFirman itu telah menjadi manusia,â tinggal dan melayani di tengah-tengah manusia (14a). Tuhan Yesus adalah manusia sebagai perwujudan Allah secara sempurna (18). Hanya Dia yang bisa mewakili Allah di dunia ini, sebab Dia berasal dari Allah dan Dia adalah Allah (lih. ayat 1-2). Itulah sebabnya, orang yang tinggal bersama-sama dengan Dia melihat kemuliaan-Nya sebagai kemuliaan yang berasal dari Allah Bapa (14b). Kemuliaan-Nya itu dimanifestasikan dalam kasih karunia dan kebenaran. Artinya, melalui Kristus anugerah keselamatan diberikan kepada setiap orang yang percaya (12) dan mereka yang percaya dibenarkan Allah (bdk. Rm. 5:1-2). Yang dulu dinanti-nantikan oleh umat Israel melalui Hukum Taurat Musa, kini digenapi oleh kasih karunia di dalam Kristus (16). Jadi, Tuhan Yesus bisa dan berhak menyelamatkan manusia dari murka Allah yang membinasakan! Namun, fakta membuktikan bahwa tidak semua orang menyambut gembira kedatangan Kristus (10-11). Mereka menolak Kristus karena tidak menginginkan hidupnya diubah, sebab sudah merasa nyaman dengan dosa-dosa yang berdiam dalam hidupnya dan tidak mau tunduk ke bawah otoritas Allah.
Yohanes Pembaptis mengambil posisi sebagai saksi Kristus bagi dunia ini. Kesadaran dan ketegasan ini diperlukan agar fokus keselamatan tidak bergeser dari Sang Kabar Baik kepada si pembawa berita. Kita pun bertugas memberitakan Kristus, Gambar Allah yang sempurna, satu-satu-Nya yang dapat memberikan kuasa kepada manusia untuk menjadi anak-anak Allah. Hanya Kristus yang berhak dan berkuasa mengubah hidup seseorang menjadi anak Allah. Kita menyukuri kasih dan selamat dari-Nya yang menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya.