Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Hamba Kristus yang Sejati

Minggu, 23 Februari 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Yohanes 1:19-28

Audio Ayat

Audio Renungan

Menjadi terkenal adalah impian banyak orang. Yohanes Pembaptis adalah "orang baru" yang fenomenal pada masa itu. Pesan yang dia bawakan sangat radikal: janji tentang Mesias! Ia juga melakukan praktik membaptis orang yang dianggap sebagai tindakan mengumpulkan pengikut. Sebagai seorang yang masih muda dan belum "punya nama," Yohanes menimbulkan kontroversi pada zamannya. Itu sebabnya, pemimpin agama Yahudi mencoba memeriksa ajarannya.

Pemimpin agama Yahudi menanyakan apakah Yohanes adalah pewujudan Elia, nabi yang terkenal dalam PL. Mereka juga menanyakan apakah ia adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Di dalam menjawab semua pertanyaan tersebut, Yohanes tidak berdusta (20). Yohanes tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk meninggikan dirinya. Sebagai "orang baru" yang disamakan posisinya dengan Elia dan Mesias tentu merupakan sesuatu yang amat membanggakan. Dalam hal inilah karakter Yohanes diuji, ternyata ia jujur dan tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari ketenaran bagi dirinya sendiri. Ia tahu siapa dirinya, yakni seorang hamba Tuhan (23). Ketika Yohanes diperhadapkan dengan pertanyaan mengenai baptisan, ia menyatakan kedudukannya yang tidak layak jika dibandingkan dengan Mesias yang akan datang (27). Yohanes mengatakan bahwa ritual baptisan yang dilakukannya tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan baptisan yang akan dikerjakan Mesias (26).

Yohanes menjadi contoh nyata bagaimana seharusnya seorang hamba Tuhan hidup: (1) tidak memanfaatkan kesempatan untuk menjadi tenar; (2) rendah hati dan tanpa keinginan bersaing dengan-Nya dalam memberitakan Mesias, Sang Raja agung yang dilayaninya. Merenungkan hal itu, marilah kita mengambil kesempatan untuk melayani Dia sebagai komitmen menjadi hamba dan saksi Kristus yang setia. Apakah kehidupanku sebagai hamba Tuhan cukup rendah hati atau akankah aku merebut kemuliaan Tuhan?

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA