Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Lahir Kembali
Jumat, 28 Februari 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 3:1-12
Audio Ayat
Audio Renungan
Dosa membuat hati rusak dalam pemberontakan terhadap Allah. Oleh karena itu, penyelesaian masalah dosa tidak cukup dengan menyesali dan meninggalkan dosa melainkan hati yang rusak itu harus diperbarui total.
Itulah yang Tuhan Yesus maksudkan ketika Ia berkata bahwa seseorang harus dilahirkan kembali untuk dapat diselamatkan (3). Lahir kembali adalah pembaruan hati dari Roh Kudus. Ajaran Tuhan Yesus ini sebenarnya menggemakan nubuat Yehezkiel yang menunjuk pada pentahiran dosa manusia melalui baptisan air dan Roh (ayat 5; lih. Yeh. 36:25-27). Baptisan air adalah lambang pekerjaan Roh Kudus mentahirkan hati seseorang sehingga ia bertobat. Seperti tiupan angin yang bisa dirasakan, tetapi tidak dapat dilihat oleh mata atau dimengerti oleh pikiran manusia, demikian juga pekerjaan Roh Kudus itu. Walaupun pekerjaan-Nya tidak terlihat karena terjadinya di pusat kehidupan seseorang, tetapi dampak perubahan secara total pada hidup orang itu dapat terlihat (8). Hanya dengan kelahiran kembali oleh Roh Kudus (6b), hidup manusia bisa berkenan kepada Allah, sedangkan hidup dalam sifat dosa (daging, 6a) hanya membuahkan murka Allah.
Akan tetapi, pembaruan Roh Kudus itu tidak dapat dipahami oleh orang-orang seperti Nikodemus (9), karena orang-orang semacam ini tidak menerima dan percaya pada pengajaran Tuhan Yesus (11-12). Hanya mereka yang terbuka pada Yesus dan firman-Nya yang dimampukan mengerti kebenaran Ilahi ini.
Banyak orang yang sering terjebak dalam pandangan sempit seperti yang terjadi pada Nikodemus. Namun kita harus mengingat bahwa perbuatan baik, ikut melayani di gereja, memberi persepuluhan, sudah dibaptis, dan berbagai tanda keagamaan Kristen lainnya tidak menjamin diri pasti selamat.
Hanya pembaruan dari Roh Kudus yang dapat membuat seseorang diperkenan Tuhan. Oleh sebab itu, marilah kita memeriksa diri, apakah kita sudah dilahirkan kembali dan memiliki hidup yang diperkenan Tuhan? Mari bersyukur menjadi pribadi yang berkenan dan beribadah kepada-Nya.