Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Memurnikan Agama
Kamis, 27 Februari 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 2:13-25
Audio Ayat
Audio Renungan
Bila esensi beragama sejati adalah relasi yang diperbarui, dan relasi kepada Allah dan sesama manusia ditandai dengan kasih dan kepedulian maka perilaku umat beragama pun seharusnya mengalami transformasi.
Perbuatan kontroversi Yesus mengacaukan pelataran Bait Allah, yang seharusnya dipakai untuk para peziarah Yahudi beribadah dengan khusyuk, merupakan tanda bahwa apa yang dilakukan Yesus merupakan tindakan membongkar akar kepalsuan beragama. Bait Allah adalah tempat untuk menyembah Allah Bapa (16) dan merupakan rumah doa (lihat Mat. 21:13). Namun, para pemimpin agama saat itu memanfaatkan Bait Allah untuk mencari keuntungan. Pelataran bait Allah, yang telah menjadi ajang perbuatan yang tidak semestinya itu, harus dikembalikan pada fungsi yang semula. Yesus menantang orang-orang Yahudi yang menentang Dia (18) untuk merombak Bait Allah karena Ia akan membangunnya kembali dalam tiga hari (19). Yang dimaksud Yesus dengan pembangunan Bait Allah itu adalah tubuh-Nya sendiri (21). Secara simbolis, Tuhan Yesus memproklamasikan kedatangan-Nya yang membawa pembaruan dalam kehidupan beragama yang paling mendasar, yakni relasi kepada Allah dalam ibadah dan doa. Diri-Nya adalah Bait Allah sempurna karena melalui Dia, kehadiran Allah nyata hingga semua orang dapat berelasi dengan benar kepada Allah Bapa. Maka dari dua peristiwa di nas ini, kita belajar tentang kehadiran Tuhan Yesus yang mentransformasi ibadah dan hidup sehari-hari.
Tugas gereja adalah menolong umat Tuhan beribadah dengan benar dan bukan memanfaatkan mereka untuk kepentingan orang tertentu. Gereja harus mewujudkan relasi kepada Allah dalam ibadah sehingga akan menolong orang lebih mengasihi dan peduli pada sesamanya. Mari memohon kepada Tuhan agar memampukan kita dalam membangun relasi kasih dan kepedulian terhadap sesama. Kita bersyukur atas penyertaan dan pemeliharaan-Nya di dalam menjalani kehidupan bersama dengan berbagai umat yang berbeda.