Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Makan Roti Hidup
Jumat, 14 Maret 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 6:41-59
Audio Ayat
Audio Renungan
Persis seperti nenek moyang mereka yang hanya menggerutu, berdebat, dan tidak percaya dalam peristiwa manna, demikian juga sikap orang-orang Yahudi ini terhadap Yesus. Meski mereka ingin menjadikan Yesus sebagai raja dan mengakui Dia sebagai nabi, tetapi sikap dan cara mereka bertanya jauh berbeda dari pengakuan tersebut. Yang menjadi permasalahan bagi mereka adalah pernyataan Yesus bahwa Ia adalah roti yang turun dari surga (41). Apalagi setelah Yesus menyimpulkan ajaran-Nya dengan tantangan agar orang memakan daging-Nya yang memberikan hidup (51).
Mereka sudah menikmati roti dan ikan pemberian Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak mau menerima Tuhan Yesus sebagai anugerah Allah Bapa bagi mereka. Pertanyaan yang mereka ajukan menunjukkan bahwa cara berpikir mereka sama seperti Nikodemus dan perempuan Samaria yang terpaku hanya pada hal-hal lahiriah. Maka Tuhan menandaskan lebih jauh tentang siapa diri-Nya sesungguhnya dan apa saja yang Ia akan karuniakan. Ia akan membangkitkan manusia pada akhir zaman. Ini menegaskan otoritas Ilahi-Nya (47), yang jauh melampaui para nabi yang pernah mendengar Allah, sebab Ia sendiri yang sudah melihat Allah Bapa (45-46). Ia bisa memberi hidup kekal, yaitu hidup yang jauh lebih penting dan hakiki daripada hidup sementara yang hanya ditopang oleh makanan jasmani.
Daging dan darah Yesus adalah hidup-Nya yang Ia karuniakan untuk menyelamatkan orang yang percaya kepada-Nya (51). Dengan makan daging dan minum darah Kristus, seseorang menerima karya keselamatan Allah. Dengan makan daging dan minum darah Kristus seseorang masuk ke dalam persekutuan dengan Allah (56). Oleh karena itu, keselamatan hanya mungkin diperoleh dan dinikmati oleh orang yang percaya kepada Kristus. Agar beroleh keselamatan, orang memerlukan anugerah dari Allah Bapa dan menyambut ajaran-Nya melalui Yesus dengan rendah hati.