Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Penolakan dan Konsekuensinya

Sabtu, 15 Maret 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Yohanes 6:60-71

Audio Ayat

Audio Renungan

Pada dasarnya tidak seorang pun manusia berdosa yang dapat menerima kebenaran pengajaran tentang Yesus dengan kekuatan diri sendiri. Kebenaran menelanjangi dosa. Oleh karena itu, manusia membenci dan menolak kebenaran! Hanya berdasarkan kedaulatan Allah dan anugerah-Nya saja maka seseorang bisa terbuka menerima kebenaran (63, 65), sehingga kebenaran itu menyucikan dan menghidupkannya.

Pengungkapan Tuhan Yesus akan perlunya makan daging dan minum darah-Nya itu menghasilkan berbagai respons di antara murid-murid-Nya. Terlihatlah siapa murid sejati. Murid sejati adalah mereka yang dengan rendah hati menerima dan belajar kebenaran dari Allah (bdk. ayat 45). Reaksi menolak dari banyak murid di ayat 60 membuktikan bahwa mereka bukan murid sejati. Pengajaran keras Tuhan Yesus menjadi “saringan” bagi kesejatian murid. Akibatnya banyak murid yang mengundurkan diri dari mengikut Dia (66). Bahkan di antara murid-murid terdekat-Nya pun ada murid yang palsu. Dalam ke-Ilahi-an-Nya, Tuhan Yesus tahu siapa murid palsu itu (64, 70b-71).

Petrus mewakili para murid yang sejati. Perkataan keras Tuhan Yesus diterimanya dengan pernyataan iman (68-69). Mungkin mereka belum mengerti penuh pengajaran Yesus, tetapi mereka merespons dengan iman. Inilah anugerah atas diri mereka sehingga mampu tetap percaya kepada-Nya.

Hanya dengan menerima Tuhan Yesus dan karya-Nya di atas kayu salib, seseorang bisa masuk ke dalam persekutuan hidup dengan Allah Bapa. Di luar Kristus, manusia berdosa tetap tinggal dalam dosa-dosanya sehingga akhirnya ia binasa. Hanya oleh anugerah Allah, kita bisa percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi kita. Setiap orang yang mendapatkan anugerah keselamatan Allah itu seharusnya dengan giat mengabarkan Injil ke semua orang agar mereka terbuka pada kebenaran dan diselamatkan.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA