Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Menjaga Keseimbangan
Rabu, 24 September 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 7:25-40
Audio Ayat
Audio Renungan
Percabulan adalah masalah serius yang harus disikapi dengan benar.Paulus begitu keras menegur jemaat yang terlibat dalam masalah ini. Pada perikop ini, ia kembali menyoroti masalah tersebut, tetapi ia lebih mengarahkan persoalan kepada tanggung jawab sebagai umat pilihan Allah. Paulus menyoroti empat hal: Pertama, jika seorang pria memilih untuk tidak terikat perkawinan, maka ia harus memusatkan perhatian pada Tuhan (32). Kedua, jika seorang pria memilih untuk terikat dalam lembaga perkawinan, maka ia harus mampu menyenangkan isterinya (33). Ketiga, bagi gadis yang tidak menikah, sebaiknya mereka memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan supaya tubuh dan jiwa mereka tetap kudus (34a). Keempat, bagi yang ingin terikat dalam perkawinan, mereka harus dapat menyenangkan suaminya (34b).
Dalam kondisi yang dikatakan darurat ini, Paulus terus berusaha mengimbau agar jemaat tetap menjalankan tanggung jawab yang Tuhan percayakan, karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Imbauan Paulus di ayat 29 dan 30 ini sebenarnya paradoks, yakni di satu sisi, orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri. Sedangkan di sisi lain, orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis dan seterusnya. Sebenarnya Paulus sedang tidak membingungkan kita. Ayat-ayat ini diucapkan agar jemaat Korintus selalu mengingat akan tugas utama mereka, yang adalah melayani Tuhan atau memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan. Kita dapat memetik dua pelajaran penting, yaitu Pertama, orang percaya dituntut untuk memikirkan pelayanan secara serius dan bukan hanya kepentingan pribadi. Kedua, mereka yang serius dalam pelayanan juga perlu memperhatikan keseimbangan antara pelayanan dan keluarga, sehingga tanggung jawabnya dapat terlaksana dengan baik.
Renungkan: Kita mempunyai kebutuhan dan pergumulan pribadi yang berbeda-beda. Bagaimana kita menjaga keseimbangan antara keduanya?