Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Meraih Janji Allah dengan Cara yang Salah

Selasa, 25 Agustus 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kejadian 27:1-17

Audio Ayat

Audio Renungan

Hidup dalam dunia yang berdosa membuat apa yang terjadi sering sekali berbeda dengan yang kita harapkan. Sering ketika kita melihat bahwa orang lain tidak melakukan kewajiban mereka yang merupakan hak kita, kita lalu merasa berhak untuk meraih hak tersebut dengan cara apa pun.

Ishak telah tua dan ia berkeinginan untuk memberi berkat sulungnya kepada Esau. Rupanya kasih Ishak kepada Esau membuat ia tidak memedulikan nubuat Tuhan yang menyatakan bahwa berkat itu harus diberikan kepada Yakub (Kej. 25:23). Matanya yang “rabun” mungkin gambaran dari kebutaan hatinya yang bersikeras memberkati Esau walau telah ditolak Allah (Mal. 1:2-3). Esau pun menunjukkan sikap yang tidak terpuji, meski ia telah menjual hak kesulungannya kepada Yakub dengan sumpah (Kej. 25:33), ia tetap saja menginginkan berkat tersebut.

Ketika Ribka mendengar hal itu, ia pun mencari jalan keluar sendiri bagi anak kesayangannya. Jelas Ribka ingat bahwa Tuhan telah menetapkan Yakub sebagai penerima berkat sulung tersebut, dan ia tidak rela jika berkat kesulungan tersebut dimiliki Esau. Ia berusaha menipu Ishak demi mendapatkan apa yang menjadi hak anak kesayangannya.

Mungkin Ribka beranggapan, karena Yakub yang berhak mendapatkan hak kesulungan maka adalah wajar jika ia menipu Ishak untuk mendapatkannya. Ia bahkan berkata bahwa ia rela menanggung kutuk dari Ishak jika ternyata Yakub ketahuan membohongi ayahnya (12-13). Dengan sungguh-sungguh mereka merencanakan untuk menipu Ishak agar memberikan berkat tersebut kepada Yakub.

Apakah Allah berkenan ketika kita mencoba meraih hak kita dengan cara yang salah? Tentu tidak. Karena itu walaupun orang lain mengambil apa yang merupakan hak kita, marilah kita tetap berusaha untuk mencoba menggapai hak kita dengan cara yang benar. Jika memang Tuhan telah memberikan sesuatu bagi kita, maka hal itu pasti menjadi milik kita dan tidak seharusnya kita mencoba meraihnya dengan cara yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA