Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Percaya Yesus Saja
Kamis, 6 Maret 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 4:43-54
Audio Ayat
Audio Renungan
Dalam perspektif Injil Yohanes, iman sejati adalah iman yang ditujukan kepada Allah dan memercayakan diri kepada Tuhan Yesus sebagai utusan Allah.
Berbeda dari sambutan orang-orang Samaria, yang menandakan mereka memiliki iman, orang-orang Galilea tidak memiliki kualitas iman seperti itu. Orang-orang Galilea memang menyambut Yesus karena mereka telah melihat mukjizat Tuhan Yesus di Yerusalem (Yoh. 2:23) dan mendengar bahkan menyaksikan perbuatan ajaib-Nya di Kana (Yoh. 2:1-11). Namun dari komentar Yesus bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri, terlihat bahwa Yesus menilai sambutan mereka keluar dari motivasi iman yang salah (48).
Ketika seorang pegawai istana Herodes datang memohon agar Yesus menyembuhkan anaknya yang sakit parah (47), Yesus tidak langsung menjawabnya karena ingin menguji iman pegawai istana ini. Komentar Yesus terkesan kasar, âJika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percayaâ ( 48). Komentar ini ditujukan juga kepada orang banyak. Mereka perlu diyakinkan bahwa kasih Allah berlaku juga bagi hamba Herodes, sebab bagi orang Yahudi mereka terhitung sebagai orang yang dibenci. Yesus menyuruh pegawai Herodes itu pulang dan mengatakan bahwa anaknya pasti hidup (50a)! Berbeda dari orang banyak yang butuh tanda, pegawai Herdoes itu percaya walau hanya atas dasar kata-kata. Ia tidak menguji kebenaran ucapan Yesus sebab ia percaya. Kepercayaannya ini beroleh peneguhan ketika ia pulang dan menemukan anaknya sudah sembuh, yaitu pada saat Yesus mengatakan bahwa anaknya hidup (50b-53). Itulah tanda kedua yang Yesus perbuat, seperti halnya tanda pertama di Kana terjadi, karena ada iman sejati kepada Yesus.
Iman sejati tidak menuntut tanda. Iman sejati percaya penuh pada firman Allah. Tuhan Yesus menuntut setiap anak Tuhan memiliki iman seperti itu. Iman sejati membuktikan diri melalui tindakan, ketaatan, dan kesetiaan melayani Dia.