Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Anugerah Allah dan Respons Manusia

Jumat, 7 Maret 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Yohanes 5:1-18

Audio Ayat

Audio Renungan

Anugerah Allah makin tampak dalam inisiatif Yesus menyembuhkan seorang yang menderita sakit selama tiga puluh delapan tahun. Kemungkinan besar orang ini menderita kelumpuhan.

Yesus bertanya kepadanya apakah ia ingin sembuh (6). Sesudah orang ini sembuh (8-9) ia belum mengenal siapa Yesus (11-13). Betapa besar anugerah Tuhan yang kita saksikan dalam kisah ini sebab Yesus kembali berinisiatif untuk berjumpa dengan orang tersebut (14a). Berbeda dengan orang buta yang sakitnya tidak dihubungkan dengan dosa (pasal 9), orang ini diberikan tawaran anugerah dan peringatan. Ia telah sembuh, tetapi bila berbuat dosa lagi ia bisa menerima hal yang lebih buruk (14). Maksud Tuhan mungkin sekali adalah hukuman kekal Allah atas dosa.

Namun perlawanan kemudian timbul dari orang-orang Yahudi (para pemimpin Yahudi) karena mereka menganggap tafsiran mereka akan Hukum Taurat adalah satu-satunya patokan otoritas yang harus ditaati. Merekalah yang menciptakan peraturan-peraturan detail mengenai larangan bekerja pada hari Sabat. Yesus menegaskan otoritas-Nya dengan mengklaim Allah sebagai Bapa-Nya. Kesembuhan orang lumpuh itu memperlihatkan kuasa Yesus yang sanggup menumbuhkan dan menguatkan otot-otot kaki yang sudah mati selama tiga puluh delapan tahun! Kalau Bapa bekerja sampai sekarang maka Yesus pun bekerja (17). Maka Yesus menolak disebut pelanggar aturan hari Sabat karena aturan ini diciptakan Allah untuk kebaikan manusia. Sementara menyembuhkan orang sakit dan mengampuni dosa merupakan tindakan Allah yang penuh belas kasih.

Meski sudah melihat dan mengalami kuasa serta kasih Yesus, baik orang Yahudi maupun orang lumpuh tersebut tidak menunjukkan tanda bahwa mereka menyambut anugerah Allah dalam Yesus. Kisah ini menjadi peringatan bagi kita agar kemunafikan dan dosa tidak membuat kita jauh dari Yesus.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA