Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Pertemuan yang Membawa Berkat

Selasa, 6 Oktober 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kejadian 47:1-12

Audio Ayat

Audio Renungan

Akhirnya, keluarga Yakub bertemu dengan Firaun sebagaimana telah diatur oleh Yusuf (Kej. 46:31-33). Sebagai pejabat tinggi, Yusuf tahu bagaimana bersikap dan berbicara di hadapan Firaun. Yusuf memilih lima orang saudaranya untuk menyertai dia menghadap Firaun (2). Kita tidak tahu siapa saja yang termasuk kelima orang itu.

Sesuai anjuran Yusuf, mereka pun mengaku sebagai gembala domba, pekerjaan yang hina di mata orang Mesir. Karena itu, permohonan mereka untuk tinggal di tanah penggembalaan Gosyen (4) mengisyaratkan bahwa mereka bukan ancaman bagi Mesir. Mereka tidak berniat memanfaatkan kedudukan Yusuf untuk mencari kekuasaan.

Dibandingkan dengan Firaun, Yakub bukanlah siapa-siapa. Firaun adalah penguasa, Yakub tidak punya kuasa apa-apa. Namun, tidak berarti Yakub hanya mengemis kemurahan hati Firauan. Memang Firaun berkuasa mengabulkan permintaan Yakub untuk tinggal di Gosyen (6), tetapi dalam pertemuan yang singkat itu sampai dua kali disebutkan bahwa Yakub “memohonkan berkat” bagi Firaun (7, 10). Istilah “barakh” memiliki arti dasar “memberkati”, baik dalam arti “memohonkan berkat” maupun “menjadi berkat.” Usia Yakub yang sudah sangat lanjut (9) menempatkannya dalam posisi memungkinkan hal ini.

Namun, di balik semua itu, Yakub yang telah melalui pasang surut kehidupan tetaplah Yakub yang mengusung janji Tuhan kepada Abraham (Kej. 12:1-3). Tak terkecuali, Mesir pun diberkati lewat Israel (Kej. 12:3)!

Umat Tuhan dapat belajar dari pertemuan unik ini. Memang Yakub dibawa menghadap Firaun untuk memohon kemurahan hatinya. Namun, sebenarnya, Firaunlah yang menghadap Yakub selaku pembawa berkat! Dalam hidup di dunia, kita membutuhkan kedua perspektif ini. Kita perlu belajar merendah memohon bantuan kepada pihak lain bilamana perlu. Namun, sebagai umat Tuhan, kita memiliki harkat yang memampukan kita tetap menegakkan kepala menghadapi siapa pun di dunia. Tentu saja, sebagai pembawa berkat Allah!

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA