Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Pilihan Tepat di tengah Konflik

Rabu, 29 Juli 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kejadian 13:1-18

Audio Ayat

Audio Renungan

Setiap orang pasti pernah mengalami konflik, tetapi belum tentu dapat mengambil keputusan yang baik ketika konflik itu datang. Robert Schuller berkata “Kita adalah makhluk pilihan; kita mempunyai kemampuan untuk memilih, bagaimana cara kita bereaksi terhadap keadaan apa saja”.

Abram berpegang kepada janji Allah dan bahwa Allah akan menepati janji-Nya. Namun, seiring berjalannya waktu, kepercayaan itu diuji. Pertama, dengan adanya kelaparan di negeri Kanaan (Kej. 12:10-20). Kedua, perselisihan dengan keponakannya, Lot. Ia harus menghadapi konflik di mana mereka harus berbagi tempat satu sama lain. Dari sini kita melihat bahwa masalah akan selalu ada, tetapi hal yang penting adalah bagaimana kita merespons masalah itu.

Abram tidak mengulangi kesalahan seperti yang di lakukan di Mesir. Ketika terjadi perkelahian antara gembalanya dan gembala Lot, Abram berinisiatif untuk menyelesaikan konflik itu dengan damai. Ia mempersilakan Lot untuk memilih tempat terlebih dahulu, meskipun ia pamannya dan berdasarkan usia, tentu Abram lebih tua. Namun, ini berbeda dengan Lot. Bagi Lot, kesempatan memilih lebih dahulu menjadi kesempatan untuk mendapatkan apa yang terbaik. Lot memilih tempat yang menurut dia terbaik tanpa mempertimbangkan lingkungan di sekitarnya. Padahal orang-orang yang tinggal di Sodom dan Gomora adalah orang yang jahat dan berdosa (13). Namun, Allah tidak lupa akan janji-Nya kepada Abram. Karena situasi dan kondisi apa pun tidak akan menghalangi Tuhan untuk menggenapi janji-Nya.

Berada di tengah konflik dengan orang lain, memang tidak mudah. Kita akan mudah terdorong untuk mendahulukan ke pentingan diri kita sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Namun, marilah kita mengingat pesan Paulus kepada jemaat Filipi “...hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Flp. 2:3-4)

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA