Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Siapa yang Terbesar?
Sabtu, 8 Februari 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Lukas 22:24-30
Audio Ayat
Audio Renungan
Pertarungan untuk menjadi yang terbesar dalam bidang apapun adalah masalah klasik manusia. Pemilu diselenggarakan untuk mencari orang nomor satu dari lebih 200 juta rakyat Indonesia. Menurut anda, apakah keinginan untuk menjadi yang terbesar dan nomor satu itu dapat dibenarkan? Jika dilihat dari sudut pandang Yesus, Dia justru menginginkan bahkan mendorong para murid agar menjadi yang terbesar dan nomor satu. Mengapa demikian?
Tuhan Yesus berada di tengah-tengah murid-murid dan melayani mereka (27). Bahkan Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya dalam pelayanan kepada mereka. Dia mendemonstrasikan kepada murid-murid bagaimana menjadi yang terbesar. Menjadi terbesar tidak ditentukan oleh jabatan atau kedudukan. Menjadi terbesar berarti menjadi pelayan. Dengan perkataan lain, siapa saja yang melayani sesama seperti Yesus melayani sesama adalah orang terbesar dalam kerajaan Allah.
Murid-murid diperintahkan untuk menjadi terbesar melalui pelayanan. Berbeda dengan Yudas yang meninggalkan Yesus, murid-murid tetap bersama Yesus pada saat menjelang kematian-Nya (28). Kepada murid-murid Yesus menjanjikan bahwa mereka akan duduk bersama dalam perjamuan dan memerintah bersama-Nya kelak (29).
Prinsip âpemimpin adalah pelayanâ dapat dipergunakan ketika memilih pemimpin. Pilihlah orang-orang yang mau melayani orang lain, bukan melayani kepentingan diri sendiri atau golongannya saja. Kita memilih pemimpin untuk mencari siapa yang terbesar. Ini berarti kita memilih orang-orang yang memerintah melalui pelayanan yang diberikannya.
Jika Anda diperhadapkan dengan pilihan: ingin melayani atau dilayani? Mana yang Anda pilih? Mengapa kita masih lebih suka dilayani ketimbang melayani?