Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Teguran Membawa Pertobatan
Minggu, 2 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Korintus 7:8-16
Audio Ayat
Audio Renungan
Menegur kesalahan orang memang bukan hal yang menyenangkan. Mungkin saja teguran itu dapat berdampak buruk pada hubungan baik yang sudah terbangun selama ini. Sebab itu, tidak sedikit orang yang hanya diam saja saat orang lain berbuat salah.
Paulus sempat menyesal karena ia telah membuat jemaat Korintus sedih akibat surat teguran yang dikirimkannya kepada mereka (8). Sama seperti orang tua yang sebenarnya tidak gembira menghukum anaknya, begitulah perasaan Paulus terhadap jemaat Korintus saat harus menegur mereka. Tetapi ia bersukacita, meski jemaat Korintus harus berduka untuk sementara waktu (9). Paulus menyebut dukacita mereka sebagai dukacita menurut kehendak Allah. Dukacita semacam itu memimpin orang kepada pertobatan (10-11). Paulus bersyukur karena ciri-ciri pertobatan sejati ada pada mereka (11). Dengan ini, terlihat jelas bahwa teguran Paulus sudah menghasilkan buah. Tidak saja jemaat berubah menjadi makin murni, sambutan mereka terhadap Titus pun memperlihatkan perubahan tersebut (12). Akhirnya, Paulus memercayai jemaat Korintus sepenuhnya (16). Ia yakin akan kemurnian iman mereka. Paulus yakin akan pertobatan mereka.
Pengalamannya memperlihatkan pada kita bahwa tidak ada salahnya menegur orang yang melakukan kesalahan. Adanya persekutuan kasih yang sejati harus tampak dalam kepedulian dan kesediaan untuk menegur. Lebih lagi, hamba Tuhan juga harus punya keberanian untuk menegur. Tidak ada fokus dan kesukaan yang lebih nyata dalam pelayanan hamba Tuhan, kecuali keinginan agar orang yang dilayaninya sungguh hidup dalam Tuhan. Ini yang membedakan hamba Tuhan sejati dari hamba Tuhan palsu. Yang palsu hanya mementingkan penerimaan orang -orang terhadap dia agar ia beroleh keuntungan. Dalam hal demikian, kedua pihak akan hancur bersama.
Renungkan: Hamba Tuhan yang benar selalu bertindak sebagai wakil Allah yang memberlakukan kasih-Nya agar umat-Nya hidup akrab dengan Tuhan.