Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Hamba Tuhan dan Jemaat
Sabtu, 1 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Korintus 7:2-7
Audio Ayat
Audio Renungan
Masih melanjutkan pembicaraan tentang konsep relasi, Paulus kini bicara mengenai hubungannya dengan jemaat Korintus. Paulus meminta mereka untuk membuka diri baginya (2). Ia tidak ingin mereka menolak dia. Ia berharap terjalin kedekatan dengan mereka, sebagaimana layaknya antara orang tua dan anak yang saling mengasihi (bdk. 2 Kor. 6:12-13). Untuk menghindari terjadi kesalahpahaman, Paulus menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah berbuat salah terhadap jemaat Korintus. Ia tidak pernah merugikan mereka dan juga tidak pernah memanfaatkan mereka bagi kepentingannya sendiri (2). Ia punya tempat bagi jemaat Korintus di hatinya, karena itu ia ingin sehidup semati dengan mereka (3). Selain itu, ia juga terhibur dengan keberadaan mereka (4). Ketika sedang mengalami kesulitan, ia baru merasa terhibur saat mendapat berita tentang jemaat Korintus yang disampaikan oleh Titus (5-7). Sebelumnya, Paulus sempat khawatir bila jemaat Korintus marah karena ia telah menegur mereka. Berita dari Titus membuat Paulus bersukacita atas respons positif yang mereka berikan terhadap suratnya. Paulus merasa diterima oleh jemaat Korintus dan baginya hal itu penghiburan dari Allah.
Sungguh indah kedekatan antara hamba Tuhan dengan jemaat yang dilayani, seperti yang terlihat dalam hubungan Paulus dengan jemaat Korintus. Status sebagai hamba Tuhan membuat Paulus merasa wajib menegur kesalahan. Sempat terbesit ada rasa takut dalam hatinya, kalau ia telah membangkitkan kemarahan mereka. Ternyata jemaat Korintus bersikap dewasa dan terbuka untuk dikoreksi. Mereka merespons positif teguran Paulus.
Alangkah indahnya apabila hal itu terjadi dalam jemaat kita. Kadang ada saja anggota jemaat yang merasa berjasa terhadap gereja. Akibatnya, mereka merasa berkuasa dan benar sehingga tidak mau menerima koreksi dari hamba Tuhan. Kita harus menghindari sikap ini.
Renungkan: Jalinlah keterbukaan dan persahabatan dengan hamba Tuhan yang melayani kita, karena dialah wakil Allah bagi kita.