Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Tetapkan Satu Pilihan
Minggu, 22 Februari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Titus 1:11-16
Audio Ayat
Audio Renungan
Hidup sebagai orang Kristen harus berlandaskan kebenaran. Yohanes mengatakan agar kita tidak boleh hidup suam-suam kuku (Why. 3:16). Kita perlu untuk menetapkan pilihan, apakah kita ingin menjadi orang Kristen yang sehat atau tidak menjadi orang percaya sama sekali.
Paulus dengan tegas memperingatkan jemaat Kreta agar mereka mengutamakan dan menjunjung tinggi ajaran yang benar. Melalui hal ini diharapkan mereka dapat memperlihatkan relasi yang intim dengan Allah dan juga mampu membentengi imannya menghadapi para penyesat dan ajaran palsu.
Salah satu bidat yang berkembang di Kreta ialah mencampuradukkan pemahaman iman Kristen dengan agama Yahudi. Selain itu, mereka mengaku percaya kepada Tuhan Yesus dan mengenal Allah, tetapi hidupnya tidak tertib, menyesatkan, mengacaukan, tidak sehat dalam iman, berpaling dari kebenaran, perbuatannya tidak mencerminkan pengenalan akan Tuhan, keji, durhaka, serta berlaku tidak benar. Karena itu, Paulus memerintahkan Titus menegur mereka dengan keras!
Peringatan dan didikan yang Allah berikan melalui hamba-hamba-Nya merupakan cara Tuhan untuk menjaga dan mengajar umat Allah agar hidup seturut firman-Nya. Selain itu, umat Allah semakin memahami kebenaran Tuhan dan dapat mempertahankan imannya terhadap serangan dari para penyesat yang mencoba menggoyahkan keyakinan mereka pada Allah.
Pada zaman ini, pengajaran palsu dapat hadir dalam berbagai bentuk, antara lain: melalui khotbah di gereja, film, buku bacaan, dan pergaulan di lingkungan sekitar. Karena itu, kita perlu waspada dan menjalin relasi yang benar dengan Allah melalui pembacaan Firman, perenungan, serta pembelajaran Alkitab yang baik.
Renungkan: Banyak pemahaman dunia yang berupaya menggeser keyakinan kita dan sikap hidup yang benar sesuai firman Tuhan. Siapkah kita menghadapinya dan bertahan dalam iman kepada Kristus?