Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Tolak Standar Ganda
Rabu, 19 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Galatia 2:11-21
Audio Ayat
Audio Renungan
Joni adalah salah seorang simpatisan Kristen yang akhirnya menolak untuk dibaptis karena melihat kelakuan dari seorang pemimpin Kristen. "Munafik," ujar Joni ketika ditanyakan alasannya. Lanjutnya, "Dia berkata Yesus mengasihi tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, ras, dan bahasa. Namun, ia (menyebut nama pemimpin itu) menghina suku kami sebagai suku yang rendah dan tidak pantas beribadah di gerejanya."
Sungguh menyedihkan, sikap yang dilihat Joni dan yang menjadi penyebab ia mundur dari memercayai Yesus, justru diperlihatkan oleh Petrus (12). Petrus masih menganggap tradisi Yahudi (sunat) lebih penting daripada Inji. Sebaliknya, Paulus menyatakan konsistensi imannya dengan berani menegur keras dan terbuka kepada Petrus yang tergolong seniornya (11,14). Pertama, hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan manusia berdosa. Hanya kasih karunia dalam Kristus yang membenarkan seseorang. Kasih karunia dalam Kristus inilah yang mengubah inti kehidupan orang yang percaya. Hidup Kristus ada di dalam hidupnya (16-20). Kedua, sikap Petrus sebagai salah seorang pemimpin gereja memengaruhi orang-orang lain, sehingga mereka juga terseret dalam kemunafikannya (13). Kalau hal ini dibiarkan dapat mengacaukan dan merusak persekutuan Injil yang sudah Paulus rintis dan bina selama ini di Antiokhia.
Gereja harus menyadari bahwa peran penting mereka dalam pemberitaan Injil bukan hanya dengan menjadi juru bicara Tuhan, tetapi juga dengan menyaksikan kasih Allah melalui kehidupan. Pertama, gereja harus menolak segala ajaran yang menengakkan peraturan atau tradisi tertentu lebih tinggi daripada ajaran kasih karunia. Kedua, gereja harus mendidik umat Tuhan untuk tidak bersikap membeda-bedakan suku, bahasa, status sosial, pendidikan, dan lainnya. Sikap anti diskriminasi ini harus dimulai dari para pemimpin gereja.
Renungkan: Jangan rusak kesaksian Injil kasih Allah dengan tindakan diskriminatif umat Allah.