Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Langkah Surut
Kamis, 20 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Galatia 3:1-5
Audio Ayat
Audio Renungan
Pada dua pasal pertama Paulus menyatakan sikap dan pandangannya terhadap kebenaran Injil serta pendoman mengapa ia bersikap demikian. Dalam pasal tiga dan empat ini Paulus menggunakan argumentasi dari pengalaman iman jemaat Galatia sendiri dan dari ajaran Alkitab Perjanjian Lama.
Paulus menegur dengan keras jemaat Galatia karena tindakan bodoh mereka membiarkan diri diperdaya oleh ajaran-ajaran yang salah tentang Taurat, sehingga mereka berpaling dari kebenaran Injil. Argumentasi Paulus jelas. Pertama, Yesus Kristus yang tersalib telah dibeberkan dengan jelas kepada mereka. Ini mencakup inti Injil itu sendiri: sebab dan tujuan kematian-Nya, kehendak Allah yang mendasarinya, serta kebangkitan-Nya (1; lih. 1:1-4). Kedua, dengan pertanyaan retoris Paulus menegaskan bahwa umat Kristen Galatia telah menerima Roh Kudus karena mereka percaya pada Injil, dan bukan karena mereka memberlakukan Taurat dalam hidup mereka (2). Ketiga, karena iman umat Kristen di Galatia telah menyaksikan mukjizat (yang dilakukan oleh rasul Paulus) sebagai tanda kesahihan Injil (5; band. Ibr. 2:4; Rm. 15:18-19; 2Kor. 12:12). Pengalaman jemaat Galatia jelas: mereka telah diselamatkan melalui karya Yesus Kristus di kayu Salib oleh pekerjaan Roh Kudus. Maka berpaling dari Injil berarti "telah memulai dengan Roh dan mengakhirinya di dalam daging" (3). Hal ini adalah suatu langkah surut, suatu kesia-siaan (4).
Pengalaman iman orang Krsiten sejati adalah dosa-dosanya sudah diampuni oleh kematian Kristus, dan oleh Roh Kudus dirinya telah dilahirkan kembali sehingga menjadi anak Allah. Kalau sekarang kita menghambakan diri lagi kepada berbagai peraturan Taurat atau ajaran apa pun yang menuntut perbuatan sebagai syarat keselamatan, itu sama saja dengan langkah surut, kesia-siaan, dan kebodohan.
Renungkan: Hanya mengandalkan perbuatan baik adalah sikap yang menodai dan merendahkan Injil.