Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Untuk Maksud Mulia
Minggu, 15 Februari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Timotius 2:20-26
Audio Ayat
Audio Renungan
Seorang desainer interior bertugas untuk menata sebuah ruangan agar memiliki nilai seni dan dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Untuk itu, seorang penata ruang akan memilih berbagai perabot terbaik yang sesuai dengan fungsi dan tujuan dari ruangan tersebut. Setiap perabot memang dapat dipakai untuk maksud tertentu.
Namun, tidak semua perabot memiliki nilai jual yang sama. Paulus menggambaran perbedaan nilai tersebut dengan dua jenis perabot rumah. Ilustrasi ini bertujuan untuk membandingkan dua kelompok manusia yang hidup di dunia (20). Kelompok pertama digambarkan dengan perabot yang terbuat dari emas dan perak. Mereka adalah orang-orang yang dipakai Allah untuk tujuan yang mulia, sebab mereka hidup menjauhi hal-hal jahat yang hanya memuaskan hawa nafsu semata, mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, kedamaian, serta beribadah dengan hati yang murni (21-22).
Sedangkan, kelompok kedua digambarkan dengan perabot yang terbuat dari kayu dan tanah. Kedua bahan ini menyimbolkan hal keduniawian. Maksudnya, untuk menggambarkan orang-orang yang hanya hidup untuk mengejar hawa nafsu duniawi, seperti kekayaan, kekuasaan, dan penghormatan. Mereka adalah orang-orang yang suka mencari-cari hal yang bodoh dan tidak layak (23). Dengan demikian, mereka justru hidup untuk maksud yang kurang mulia (20b).
Karena itu, Paulus menasihati Timotius agar berhati-hati menghadapi tipe yang kedua agar ia tidak ikut terseret dalam perdebatan sia-sia yang memicu pertengkaran (23). Sebaliknya, ia dituntut ramah pada setiap orang, cakap dalam mengajar, sabar (24), dan dengan lemah lembut mengajar orang yang melawan kebenaran Allah, sehingga mereka mengalami pertobatan serta mengenal Kristus dan kebenaran-Nya (25). Dengan demikian, mereka dilepaskan dari jerat iblis (26).
Renungkan: Hidup kita adalah sebuah pilihan. Apa yang kita pilih, menentukan nilai hidup kita di hadapan Tuhan. Apakah kita adalah perabot dari kayu dan tanah, ataukah emas dan perak?