Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Tak Perlu Debat Kusir
Sabtu, 14 Februari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Timotius 2:14-19
Audio Ayat
Audio Renungan
Debat Capres AS di negara bagian South Carolina berjalan cukup seru. Donald Trump, salah satu kandidat presiden, memberikan banyak pernyataan yang menyudutkan beberapa calon lain. Akibatnya, terjadi perdebatan yang penuh emosional dan tak jarang disertai alasan yang tidak masuk akal. Perdebatan seperti ini tidak memberikan manfaat apapun, sebaliknya dapat menciptakan permusuhan antarpersonal.
Hal ini tampaknya juga terjadi di jemaat yang Timotius layani. Karena itu, Paulus menasihati anak rohaninya untuk mengingatkan jemaat supaya mereka tidak terpancing perdebatan yang sia-sia (14). Sebaliknya, Timotius dinasihatkan untuk berani memberitakan kebenaran dengan tegas dan lugas (15). Jangan mengucapkan kata-kata kosong yang tidak suci (16). Sebab melalui semua itu, banyak orang disesatkan dan dirusak imannya (16-18).
Di akhir bagian ini, Paulus menyemangati anak rohaninya dengan sebuah keyakinan bahwa dasar kebenaran yang Allah letakan itu teguh dan suci (19). Sekalipun banyak orang telah tersesat dan memutar-balikan kebenaran Injil, namun orang-orang pilihan Allah akan tetap teguh dalam iman yang benar pada Kristus. Bahkan, mereka dengan berani hidup meninggalkan kejahatan dan dosa-dosanya.
Keyakinan ini juga menjadi pembelajaran bagi kita di zaman ini, bahwa kekristenan yang sejati tidak tampak dari seberapa kita pandai berargumen teologis dan hafal ayat-ayat di Alkitab. Hidup keimanan yang sejati, terbukti lewat pikiran, perkataan, serta perbuatan yang makin hari semakin serupa dengan Kristus. Hal ini dimungkinkan apabila tiap kita berani meninggalkan kejahatan dan mengarahkan pandangan kita pada Kristus (band. Kol. 3:9-10).
Renungkan: Iman kristen yang sejati dinilai bukan berdasarkan seberapa banyak kita paham akan doktrin dan hafal ayat Alkitab. Iman yang sejati terbukti lewat sikap hidup yang semakin serupa Kristus dan membawa damai-Nya bagi setiap orang (band. Mat. 5:9).