Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Wujud Transformasi Hidup
Jumat, 9 Januari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Kolose 3:12-17
Audio Ayat
Audio Renungan
Seiringnya waktu, tiap orang pasti akan mengalami perubahan. Dalam bahasa Indonesia, perubahan dapat dimaknai dalam dua konsep. Pertama, transisi yaitu perpindahan keadaan dari satu kondisi/sesuatu kepada kondisi/sesuatu yang lain. Kedua, transformasi yaitu perubahan dari satu kondisi/sesuatu menghasilkan satu hal yang lain. Perbedaan dari keduanya terletak pada konsep perubahannya. Bila transisi lebih menekankan pada pergantian, maka transformasi menekankan pada menghasilkan bentuk yang berbeda dari bentuk terdahulu.
Perubahan yang Paulus maksud dalam bagian ini lebih kepada transformasi. Artinya, ketika kita percaya Yesus, kita tidak serta merta berubah menjadi malaikat. Kita tetap manusia yang punya kelemahan, namun kita berubah untuk tidak menuruti kelemahan tersebut. Caranya, dengan menumbuhkan karakter Kristus.
Karakter yang dimaksud antara lain belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (12). Menariknya, Paulus juga meminta kita mewujud nyatakan karakter ini dalam relasi kita sehari-hari terhadap sesama (13-15).
Paulus bukan hanya menekankan pada masalah perbuatan, namun juga perkataan. Ia memohon agar perkataan Kristus tinggal dalam hidup tiap orang percaya, agar dapat saling mengajar dan menegur (16a). Sembari tak lupa terus menaikan pujian dan syukur kepada Allah atas segala hikmat dan karunia-Nya (16b).
Dengan berlaku dan bertutur seturut Kristus, maka terjadi transformasi hidup yang sesungguhnya. Kita mungkin tetap manusia yang lama secara jasmani. Dengan wajah, tinggi badan, dan warna kulit yang sama. Namun, kita tidak lagi sama secara rohani. Karena karakter, sikap, serta tutur kata kita telah diubahkan oleh Dia. Inilah yang menjadi kesaksian kita kepada dunia atas karya agung-Nya dalam hidup kita.
Tekad: Sebagai orang percaya yang telah ditebus, kita seharusnya bertekad untuk terus mau mengubah dan memperbaiki diri agar semakin serupa dengan Dia. Sebab, Kristuslah yang sulung dari semua. Ia adalah gambar dan rupa Allah yang sejati.