Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Yesus Adalah Allah
Senin, 24 Maret 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 8:48-59
Audio Ayat
Audio Renungan
Pertentangan antara Tuhan Yesus dengan para musuh-Nya semakin santer. Sebelumnya, Dia sudah menyatakan siapa yang menolak klaim-Nya membuktikan diri bahwa mereka bukanlah anak-anak Abraham, apalagi anak-anak Allah (37-47).
Para musuh Tuhan Yesus membalas tuduhan-Nya dengan makian bahwa Tuhan Yesus adalah orang Samaria (48) dan kerasukan setan (52a). Makian 'orang Samaria' menunjuk pada ketidakmurnian ras-Nya, sedangkan kerasukan setan dimaksudkan untuk membalas tuduhan Yesus bahwa mereka adalah anak-anak Iblis. Yesus dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak menghormati Allah karena tidak percaya kepada Yesus dan merespons Yesus dengan tidak hormat (49). Apalagi Allah Bapa yang menyatakan Yesus mulia (50, 54).
Oleh karena itu, sekali lagi Yesus berani mengklaim bahwa siapa pun yang taat firman-Nya akan hidup kekal selamanya (51). Dengan klaim ini, Yesus menegaskan bahwa Dia melebihi semua nabi Perjanjian Lama bahkan Abraham, dalam dua hal. Pertama, Abraham dan semua nabi Perjanjian Lama hanya menubuatkan Mesias tanpa melihat penggenapan nubuat itu. Kedua, di akhir zaman, Abraham akan dibangkitkan untuk menerima hidup kekal (56). Yesuslah yang memberikan dan yang menjaminkan hidup kekal ini bagi Abraham. Dengan dua hal ini, Tuhan Yesus secara tegas mengklaim diri-Nya Allah yang kekal (58). Sungguh menyedihkan bahwa orang-orang yang mulai menjadi pengikut Yesus kini berbalik ingin membunuh Yesus karena ketidaksungguhan dan kekerasan hati mereka (59).
Sikap tidak percaya bahkan menghujat Yesus yang ditunjukkan oleh para musuh-Nya menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati Allah Bapa, karena mereka menolak kesaksian Bapa akan Tuhan Yesus. Bagi mereka, maut menanti karena mereka telah menolak Yesus sebagai Allah!
Kita yang sudah mengaku Tuhan Yesus sebagai Allah dan taat pada firman-Nya. Selanjutnya, tentu saja kita harus tetap setia mengabdi kepada-Nya.