Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Jangan Tolak Kebenaran!
Minggu, 23 Maret 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 8:30-47
Audio Ayat
Audio Renungan
Perkataan Yesus adalah kebenaran, sehingga banyak orang percaya kepada-Nya (30). Namun, kepercayaan mereka baru sebatas pengetahuan dan belum sampai pada komitmen. Padahal jika mereka sungguh percaya dan memercayakan diri kepada Tuhan Yesus, barulah mereka merdeka dari dosa (31-32).
Berdasarkan pemahaman fakta jati diri mereka sebagai keturunan Abraham, mereka memprotes ucapan Yesus bahwa mereka perlu kebenaran yang memerdekakan. Sebab meski dijajah Roma mereka tetap merasa merdeka. Namun, yang Yesus maksudkan adalah penjajahan dosa yang tidak dapat dilawan dengan cara apa pun, termasuk dengan keyakinan jati diri. Dosa membuat siapa pun, tak terkecuali orang Yahudi sejati, menjadi terasing dari Allah (ayat 35: tidak tinggal di dalam rumah). Hanya Yesus yang dapat memberi mereka hubungan serasi dengan Allah dan menjadikan mereka sebagai anak-anak Abraham (36). Bukti bahwa mereka belum sungguh-sungguh percaya kepada Yesus adalah mereka masih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan "bapa" mereka (38). Misalnya, mereka hendak membunuh Yesus (37). Itu bukanlah pekerjaan kebenaran, melainkan pekerjaan dosa (39-40). Mereka bukan anak-anak Allah karena kasih Allah tidak ada pada mereka (42-43). Jika mereka anak Allah, mereka pasti mengasihi Allah dan mengasihi Yesus. Faktanya, mereka memiliki tanda-tanda pekerjaan Iblis yaitu kebencian, hasrat membunuh, dan mendustai diri sendiri (44-46). Mereka adalah anak-anak Iblis. Terlebih lagi, sesudah Yesus membukakan semua fakta ini mereka tetap tidak percaya dan tidak mendengarkan firman-Nya (46-49).
Menjadi Kristen berarti harus memercayakan diri penuh kepada Yesus yang diutus Allah untuk memerdekakan kita dari dosa. Berkeras pada keinginan, pengertian, dan cara kita sendiri membuktikan kita masih menjadi hamba dosa dan hamba Iblis. Siapa menjadi milik Yesus, pasti mengasihi Allah dan Yesus serta mau taat pada firman-Nya. Siapakah "bapa" Anda sesungguhnya, Allah atau Iblis, akan tampak dari perbuatan-perbuatan Anda!