Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Yesus Benar-Benar Mati

Senin, 17 Februari 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Lukas 23:50-56a

Audio Ayat

Audio Renungan

Narasi berikut secara jelas melukiskan dan menginformasikan kepada kita bahwa Yesus tidak pingsan atau mati suri tetapi benar-benar mati. Yesus benar-benar mati sehingga perlu dikuburkan. Di mana? Apakah dikubur bersama penjahat-penjahat? Di mana murid? Bukankah mereka seharusnya bertanggungjawab untuk menguburkan Yesus?

Di tengah situasi demikian muncul seorang anggota Sanhedrin bernama Yusuf, yang berasal dari Arimatea (50,51). Lukas melukiskan sosok dan karakter Yusuf sebagai orang baik, hidup benar dan seorang yang menanti-nantikan Kerajaan Allah. Yusuf termasuk anggota yang tidak setuju terhadap keputusan lembaga Sanhedrin terhadap Yesus. Ia menyetujui keputusan Pilatus yang menegaskan hingga tiga kali tentang ketidakbersalahan Yesus. Adalah suatu kesalahan besar menyalibkan orang yang tidak bersalah. Menyadari kesalahannya Yusuf ingin menebusnya. Yusuf menjumpai Pilatus dan meminta mayat Yesus untuk dikuburkan (52).

Mengapa Yusuf melakukannya? Sebagai pemimpin agama Yahudi Yusuf tahu persis hukum yang mengatur orang yang disalibkan dalam Ulangan 21:22-23. Agar tidak melanggar hukum itu Yesus harus dikuburkan. Di mana? Yesus dikuburkan tidak bersama penjahat-penjahat. Yesus dikuburkan di suatu kuburan yang belum pernah dipergunakan sebelumnya (53). Hal ini menafikan pandangan bahwa yang bangkit bukan Yesus. Di dalam kuburan itu hanya ada mayat Yesus, tidak ada mayat lain. Jika kuburan didapati kosong itu karena Yesus sudah bangkit. Adakah kemungkinan tertukar kuburan? Tidak mungkin. Karena perempuan-perempuan yang melihat Yesus disalibkan dengan jelas tahu di mana Yesus dikuburkan (55). Jadi Yesus benar-benar mati dan benar-benar dikuburkan.

Kematian Yesus adalah fakta yang tidak dapat disangkal. Karena itu hal sedemikian membuktikan bahwa kemanusiaan-Nya tidak semu.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA