Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Yesus Disalib
Minggu, 16 Februari 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Lukas 23:33-49
Audio Ayat
Audio Renungan
Perjalanan ke penyaliban dilukiskan Lukas dengan jelas sekali (26-32). Perjalanan Yesus ke tempat penyaliban terhenti oleh dua peristiwa. Yesus sudah tidak mampu memikul kayu salib-Nya, sehingga tentara Romawi memaksa seorang bernama Simon yang berasal dari Kirene memikul salib itu (26). Peristiwa kedua adalah percakapan Yesus dengan perempuan-perempuan (28-31). Menyusul narasi perjalanan adalah narasi penyaliban (33-38), narasi dialog dua penjahat dan Yesus (39-43) dan narasi respons alam dan manusia terhadap kematian Yesus (44-49).
Di tempat penyaliban bernama "Tengkorak" Yesus disalibkan. Bersama Yesus turut disalibkan dua orang penjahat (33). Meski disalibkan dengan tidak adil Yesus mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya. Tindakan demikian merupakan demonstrasi nyata pada apa yang Yesus ajarkan sebelumnya (Luk. 6:29,35). Di bukit "Tengkorak" itu tentara-tentara memperebutkan jubah Yesus (34) dan orang banyak mengolok-olok-Nya (35-38). Tiga kali olokan yang mengejek ketidakmampuan Yesus menyelamatkan diri sendiri ditujukan kepada Yesus (35,37,39). Kebutaan rohani menyebabkan pengejek tidak melihat karya keselamatan yang dilakukan Yesus. Orang banyak tidak dapat menerima bahwa Sang Mesias harus mati di kayu salib. Ejekan ketiga datang dari salah seorang penjahat yang turut disalibkan bersama Yesus (39).
Penjahat ini setuju dengan ejekan orang banyak yang didengarnya. Penjahat yang lain menyadari bahwa Yesus disalib meski tanpa kesalahan apapun. Penjahat itu menyadari ketidakadilan yang dialami Yesus sehingga ia menegur penjahat yang mengejek Yesus. Terhadap ejekan orang banyak ia tidak memberi respons. Tetapi kepada ejekan penjahat yang satunya ia memberi respons yang tegas. Lalu, ia memohon kepada Yesus untuk mengingatnya (42).
Yesus telah mendemonstrasikan kasih sempurna. Kasih yang memaksa Yesus untuk tetap tinggal di kayu salib.