Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Ajaran dari Allah

Senin, 17 Maret 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Yohanes 7:14-24

Audio Ayat

Audio Renungan

Sesuai dengan strategi-Nya, Tuhan Yesus muncul di Bait Allah saat perayaan Pondok Daun sedang berlangsung. Ia langsung mengajar. Pengajaran-Nya segera menimbulkan keheranan di antara para pemimpin Yahudi karena Tuhan Yesus bukanlah ahli Taurat (15).

Tuhan Yesus menggunakan kesempatan ini untuk membongkar kemunafikan mereka. Mereka membanggakan diri sebagai penerima Taurat bahkan pengajar Taurat, tetapi sesungguhnya mereka juga pelanggar Taurat (19). Mereka menolak pengajaran Tuhan Yesus, padahal ajaran-ajaran Yesus jelas bersumber dari Allah Bapa yang telah memberikan Hukum Taurat kepada mereka melalui Musa (16-17). Artinya, mereka hanya membaca dan menafsirkan Hukum Taurat sekehendak hati mereka sendiri, dan bukan dengan motivasi menaati kehendak Bapa. Dua bukti diajukan Tuhan Yesus. Pertama, mereka hendak membunuh Dia. Ini adalah pelanggaran terhadap hukum keenam dari 10 Perintah Allah (Kel. 20:13). Kedua, sikap mereka menerapkan peraturan hari Sabat adalah semau hati mereka. Demi ketaatan pada perintah menyunatkan seorang anak laki-laki Yahudi pada hari kedelapan, mereka membenarkan penyunatan yang dilakukan pada hari Sabat. Namun ketika Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat, mereka menuduh Dia telah melakukan kesalahan. Padahal prinsip sunat dan penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus sama, yaitu merupakan pernyataan belas kasih Allah kepada umat-Nya! Maka seharusnya, kalau saja mereka mau bersikap jujur di hadapan Tuhan, mereka pasti bisa menerima Yesus sebagai utusan Allah yang benar (Yoh. 7:24)!

Pada waktu mengajarkan iman Kristen atau mengabarkan Injil, apakah sumber pengajaran kita benar-benar berdasarkan Alkitab? Hati-hati agar kita tidak tergelincir pada penafsiran asal-asalan yang memutarbalikkan kebenaran Allah dengan pikiran dan filsafat manusia yang pada dasarnya hanya untuk kepuasan diri sendiri, bukan untuk kemuliaan Allah! Nyatakanlah firman sebagaimana yang Allah inginkan!

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA