Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Berdasarkan Kasih Karunia
Selasa, 26 Mei 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yudas 1:3-4
Audio Ayat
Audio Renungan
Bagai musuh dalam selimut, begitulah keberadaan oknum pengajar sesat yang menyelusup masuk dalam komunitas orang beriman. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang memutarbalikkan kebenaran tentang kasih karunia Tuhan agar dapat melakukan perbuatan dosa. Mereka berkata bahwa orang yang telah menerima kasih karunia Tuhan dapat melakukan apa saja yang mereka sukai, meski perbuatan dosa sekali pun. Dan mereka tidak perlu takut akan hukuman Allah.
Masalahnya umat tak menyadari betapa berbahayanya mereka. Sebab itulah Yudas, yang semula ingin menulis surat yang berisi pengajaran tentang keselamatan, kemudian jadi menulis tentang bahaya ajaran sesat. Surat Yudas ini menjadi penting karena pengajaran sesat memang harus dilawan. Jika tidak, orang yang lemah iman bisa tersandung. Bila sudah terpengaruh kesesatan itu, umat akan susah memahami bahwa iman yang benar harus diikuti dengan tindak tanduk dan perbuatan yang benar pula. Maka sesatlah pengajaran yang mengatakan bahwa kasih karunia Allah mengizinkan orang melakukan kejahatan apa pun bentuknya. Ini kasih karunia murahan namanya! Seolah-olah kasih karunia merupakan surat izin untuk berbuat dosa. Padahal bukan demikian! Terlebih lagi, sikap hidup demikian sesungguhnya merupakan penyangkalan terhadap pengurbanan Yesus!
Pengajaran yang benar adalah kasih karunia Allah memberi kuasa kepada orang percaya untuk melakukan apa yang benar, yang sesuai dengan kehendak Allah. Paulus pun pernah mengatakan bahwa orang yang tidak menunjukkan pertobatan dan melakukan dosa sesungguhnya bukanlah warga Kerajaan Allah (1Kor. 6:9-11; Gal. 5:19-21).
Renungkan: Bagaimana pemahaman kita sendiri tentang kasih karunia? Kiranya kasih karunia Allah menolong kita untuk bertumbuh dalam pemahaman iman yang benar, sehingga melaluinya kita tahu bagaimana kita harus hidup.