Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Berkat Berdasarkan Anugerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kejadian 48:17-22

Audio Ayat

Audio Renungan

Kita telah melihat betapa Yakub mengubah posisi tangannya untuk memberkati kedua putra Yusuf. Menurut pertimbangan budaya Ibrani kuno, semestinya Manasye yang sulung diberkati dengan tangan kanan Yakub (Kej. 48:13-14). Sisi kanan lazimnya melambangkan kehormatan, kekuasaan, dan perlindungan (Mzm. 110:1; 80:18). Melihat “kejanggalan” tersebut, Yusuf berniat untuk mengoreksinya. Tangan Yakub yang berada di atas kepala Efraim dipindahkannya ke atas kepala Manasye (17). Yusuf bahkan juga mengungkapkan keberatannya dengan kata-kata (18). Mungkin Yakub dianggap keliru karena matanya yang sudah sedemikian rabun (Kej. 48:10). Namun, tanggapan Yakub menepis kemungkinan itu.

Tindakannya yang membalikkan urutan Efraim dan Manasye memang disengaja. Sampai dua kali dikatakannya, “Aku tahu.” (19). Keduanya sama-sama akan menjadi bangsa yang besar, tetapi Efraim sebagai adik akan mengungguli Manasye. Lagi-lagi, kita melihat pola yang terjadi dalam hidup para leluhur Israel. Bukan anak sulung melainkan anak bungsu yang dipilih Tuhan untuk mewujudkan rencana-Nya. Dalam hidup Yakub pun, anak bungsu yang menerima berkat sulung dari Ishak (Kej. 27:27-28). Apakah kelebihan Efraim dari Manasye? Tidak ada petunjuk apa pun dalam bacaan kita mengenai kualitas atau kualifikasi khusus Efraim. Pilihan ini sungguh-sungguh merupakan pilihan bebas berdasarkan anugerah.

Manusia kerap mengukur berdasarkan pertimbangan manusiawi, seperti urutan kelahiran. Namun, pemilihan dan berkat Allah tidak terikat pada kriteria kita. Efraim dan Manasye sama-sama diberkati Allah. Kepada mereka, Ia menjanjikan penyertaan-Nya sampai ke Tanah Perjanjian.

Sebagai keturunan Abraham berdasarkan iman kepada Kristus, pemberian Tuhan atas kita pun tidak didasarkan pada kriteria yang serba “masuk akal”. Daripada membanding-bandingkan berkat Allah yang diterima secara berbeda-beda, lebih baik kita tahu diri dan mensyukuri kemurahan-Nya atas panggilan kita menjadi umat-Nya (Rm. 9:16-18)!

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA