Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Penghiburan Allah

Jumat, 9 Oktober 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kejadian 48:1-16

Audio Ayat

Audio Renungan

Ketika Yusuf mendengar Yakub sakit, ia segera membawa kedua putranya, Manasye dan Efraim, ke hadapan ayahnya. Israel yang menyadari hari-hari akhirnya semakin mendekat berusaha bangkit dan memberi berkat terakhir (1-2). Berkat terakhir sangatlah penting, sebanding dengan surat wasiat yang menentukan warisan yang akan diterima.

Berkat yang diberikan oleh Yakub kepada Manasye dan Efraim didasarkan pada janji dari Allah Yang Mahakuasa, yaitu Allah Abraham dan Ishak, yang telah berjanji akan memberikan kepadanya keturunan sebanyak debu tanah dan akan menganugerahkan tanah Kanaan menjadi milik abadi (48:3; 28:13-15; 35:11-12).

Menariknya, hal itu dimulai dengan mengangkat Manasye dan Efraim menjadi anak-anaknya sendiri (5-6), sehingga kedudukan mereka setara dengan Ruben dan Simeon (5). Pembagian warisan kepada keturunan Yusuf akan dilakukan menurut status Manasye dan Efraim sebagai anak-anak Yakub. Kelak keturunan Yusuf mendapat warisan sebagai dua suku ketika dilakukan pembagian tanah Kanaan (Yos 16:17-18).

Di usia lanjutnya mata Yakub sudah rabun sehingga tidak dapat melihat. Itu sebabnya ia tidak langsung mengenali kedua putra Yusuf (9-10). Di Pniel Yakub telah melihat “wajah Allah” (Kej. 32:30). Lalu ia melihat wajah Esau bagaikan melihat wajah Allah sendiri (Kej. 33:10). Kini ketika matanya tidak dapat melihat lagi, ternyata ia masih dianugerahi kesempatan untuk “melihat” wajah Yusuf dan keturunannya (11).

“Melihat” di sini ada kaitannya dengan janji pemeliharaan Allah pada Yakub. Jadi, bukan dengan sembarangan Yakub menyilangkan tangannya untuk memberkati Efraim dan Manasye (13-14), tetapi karena Yakub telah belajar “melihat” melampaui penglihatan mata biasa. Kemampuan untuk “melihat” seperti ini adalah anugerah dari Tuhan. Bukan mata biasa yang memampukan kita melihat, tetapi mata rohani kitalah yang dicerahkan oleh Tuhan. Kita perlu senantiasa memohon kepekaan untuk melihat rencana Allah dalam hidup kita.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA