Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Gaya Hidup Kristen
Sabtu, 17 Januari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Tesalonika 4:1-12
Audio Ayat
Audio Renungan
Berbelanja pakaian, jam tangan mewah, tas, hingga gadget terbaru kini menjadi gaya hidup masyarakat modern perkotaan. Pola tingkah laku ini dapat dibentuk oleh banyak aspek. Salah satunya, sudut pandang iman kepercayaan.
Paulus sadar bahwa keyakinan seseorang akan Allah, seharusnya berdampak pada sikap hidup sehari-hari. Salah satunya mengenai kekudusan hidup. Berkaitan dengan ini, Paulus memberikan tatanan yang jelas. Pertama, pernikahan harus bersifat monogami (4). Bukan berdasar hawa nafsu, namun sikap saling menghormati dalam kekudusan (4-5). Hal ini jelas berlawanan dengan gaya hidup orang masa. Di mana pelacuran bakti dan poligami dihalalkan dalam agama politeisme.
Selain itu, Paulus juga melarang untuk orang percaya memperdaya atau berlaku tidak baik kepada sesama (6). Hal ini sangat mungkin berkaitan dengan relasi antara tuan dan budak, atau pekerja (band. Kol. 3:22-24). Pada masa itu, seorang budak tidak lebih baik dari binatang. Dalam budaya Helenis, hidup seorang budak dapat ditentukan oleh sang tuan. Budak tidak berhak melawan atau menuntut apapun, sebab nyawa mereka milik tuannya. Karena itu, tak heran bila banyak tuan yang bertindak semena-mena terhadap budak. Namun, tak demikian dengan orang percaya. Budak tetaplah manusia. Mereka adalah saudara yang harus dikasihi.
Nasihat Paulus ini didasarkan pada keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan yang penuh kasih dan maha kudus. Ia memanggil tiap umat-Nya untuk hidup seturut natur Allah (band. Im. 11:45). Ia juga menuntut umat-Nya untuk saling mengasihi, sebagaimana Ia terlebih dahulu mengasihi manusia dan memberikan nyawanya jadi tebusan bagi banyak orang (band. Mat. 28:20). Inilah gaya hidup Kristiani yang sejati.
Renungkan: Dunia modern secara sadar telah menawarkan pola hidup tersendiri, yang tak jarang berlawanan dengan sifat Allah. Panggilan Kristen justru seharusnya menyadarkan kembali akan siapa Allah dan bagaimana kita hidup sebagai umat-Nya di tengah dunia.