Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Kekristenan atau Penderitaan

Jumat, 16 Januari 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

1 Tesalonika 3:1-13

Audio Ayat

Audio Renungan

Hidup bahagia, tentu menjadi harapan banyak orang. Aristoteles, filsuf Yunani kuno, mengatakan bahwa kebahagiaan adalah pusat dan tujuan hidup manusia. Tak heran bila banyak orang mencoba melakukan banyak cara untuk memperoleh kebahagiaan dan menghindari penderitaan.

Sebagai orang percaya yang berjuang mempertahankan iman, tak jarang hidupnya justru penuh penderitaan. Kondisi inilah yang dialami oleh jemaat Tesalonika. Karena itu, Paulus mengirim Timotius untuk menguatkan iman mereka (2-3). Menariknya, ia mengatakan bahwa penderitaan adalah sesuatu yang telah ditentukan saat kita percaya pada Kristus (3). Siapa yang menentukan? Apa maksudnya?

Tampaknya penderitaan itu datang dari si penggoda atau Iblis, untuk menggoyahkan iman jemaat (5). Meski demikian, keyakinan umat Allah di Tesalonika justru semakin kuat lewat ujian yang ada. Hal ini diterima Paulus melalui kesaksian dari Timotius (6). Berita ini sangat menghibur Paulus, yang saat itu sedang mengalami kesulitan di Athena (1,7). Karena itu, tak lupa Paulus mengucap syukur pada Tuhan (9) dan terus memohon agar Tuhan sendiri yang memelihara dan menambahkan iman serta kasih kepada mereka (12-13).

Sebagai umat Allah di zaman ini, hidup kita juga tak lepas dari penderitaan. Apalagi, saat kita mencoba mempertahankan atau menyatakan kebenaran dan iman di tengah dunia yang semakin jahat. Buktinya, tak sedikit orang percaya yang harus diusir dari keluarganya karena iman pada Kristus. Atau, beberapa orang harus keluar dari pekerjaan karena tidak mau melakukan kecurangan.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada harapan bagi orang percaya untuk menerima kebahagiaan. Pengharapan kita terletak pada kehadiran Kristus kali kedua. Di sanalah kebahagiaan dan mahkota kehidupan dianugerahkan-Nya kepada tiap orang yang setia pada-Nya (13).

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk tetap setia dalam iman dan teguh memegang kebenaran-Mu. Sampai Engkau datang kali kedua.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA