Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Yesus Adalah Anak Allah
Senin, 24 Februari 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 1:29-34
Audio Ayat
Audio Renungan
Yesus adalah Anak Allah. Hal ini merupakan pengakuan iman yang sangat penting. Namun, sering kita tidak mengerti dari mana asal pengakuan iman tersebut dan apa maknanya.
Yohanes memperkenalkan Yesus kepada publik sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (29). Menurut tradisi Perjanjian Lama, Yesus adalah anak domba yang akan dikurbankan maka darahnya menjadi kurban penghapus dosa. Meskipun Yesus akan datang setelah Yohanes, keberadaan-Nya adalah kekal (30). Yohanes menjadi saksi bahwa Roh Tuhan turun ke atas Yesus seperti burung merpati (32). Itu adalah tanda bahwa Yesuslah Anak Allah yang akan membaptis manusia dengan Roh Kudus. Yohanes menunjukkan kelebihan Yesus dibandingkan dengan dirinya. Baptisan Roh Kudus lebih berkuasa dibandingkan dengan ritual baptisan air. Yesus, Anak Allah yang kekal superior dibandingkan dengan Yohanes yang diutus untuk mendahului-Nya. Kalau begitu untuk apa Yesus dibaptis oleh Yohanes? Untuk menyatakan kepada orang banyak bahwa Yesus adalah Anak Allah (31, 34). Di satu sisi, Anak Domba Allah datang untuk dikurbankan dan dicurahkan darah-Nya, di sisi lain Yesus, Anak Allah bersifat kekal dan pribadi yang diperkenan Allah untuk mencurahkan Roh-Nya. Yesus adalah Allah sendiri yang telah rela menjadi anak domba yang dikurbankan demi keselamatan manusia.
Pengalaman dan pengetahuan Yohanes yang utuh tentang Yesus sebagai Anak Allah telah mendorong dia memberi kesaksian tentang Dia. Bagaimana dengan kita? Banyak di antara kita yang sering bersaksi tentang Yesus, tetapi sungguhkah kita mengenal Yesus sebagai Anak Allah? Ada juga di antara kita yang merasa telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang utuh dengan Yesus, Anak Domba Allah, tetapi sudahkah kita bersaksi tentang Dia? Mari memohon kepada Tuhan agar memberikan kita ketekunan untuk mengenal-Nya lebih dalam. Kita juga belajar untuk menyatakan kesaksikan tentang Tuhan Yesus dengan berani dan rela berkorban.