Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kekerasan hati menghancurkan
Kamis, 29 Oktober 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Keluaran 8:16-32
Audio Ayat
Audio Renungan
Firaun tetap berkeras hati untuk tidak melepaskan Israel pergi maka Allah pun mendatangkan tulah ketiga berupa nyamuk. Jumlahnya tak terhitung bagaikan debu tanah dan menjadi ancaman bagi semua makhluk hidup, baik manusia maupun binatang (ay. 16-17).
Kali ini para ahli Mesir tidak mampu melakukan hal serupa. Bahkan mereka pun sadar bahwa tulah nyamuk berasal dari tangan Allah yang Mahakuasa, yaitu Allah Israel. Hanya Dia, Allah yang memiliki kekuasaan atas alam semesta. Namun, setelah mereka memberitahukan hal itu kepada Firaun, raja Mesir itu, ia tetap berkeras hati untuk tidak memenuhi permintaan Harun dan Musa (18-19). Hal yang sama terjadi saat Allah mendatangkan tulah keempat yaitu lalat pikat yang sangat menyengsarakan bangsa Mesir, tetapi tidak dialami bangsa Israel (21, 24).
Allah membuat perbedaan antara bangsa Mesir dan umat-Nya. Ia mengecualikan Tanah Gosyen. Mengapa? Pertama, Ia menghukum bangsa yang menindas umat-Nya dan menyelamatkan umat-Nya dari tulah yang Dia rancang untuk bangsa Mesir. Allah melakukan ini bukan karena Ia tidak mengasihi bangsa Mesir, melainkan karena ingin menyatakan kuasa-Nya di tengah-tengah bangsa Mesir. Kedua, Allah menghukum Mesir karena kejahatannya menindas bangsa Israel dan mengekang kemerdekaan umat-Nya. Meski demikian, Allah tetap berkenan mengabulkan permintaan Firaun untuk melenyapkan lalat pikat. Kesediaan Allah ini bukan menunjukkan bahwa Ia merubah tujuan-Nya semula. Allah tetap memegang kendali walaupun Firaun mengeraskan hati.
Sungguh mendatangkan sukacita besar ketika kita mengetahui bahwa Allah membela umat-Nya. Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita? (Rm. 8:31). Mari kita jadikan firman Allah ini sebagai kekuatan kita saat menghadapi musuh kita, yaitu Iblis dan pihak-pihak yang menjadi sekutunya.
Renungkan
Allah peduli akan kehidupan kita. Ia tidak membiarkan kita sendiri menghadapi masalah hidup ini.