Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kepedulian Allah
Rabu, 12 Agustus 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Kejadian 21:8-21
Audio Ayat
Audio Renungan
Dalam perikop sebelumnya, kita melihat konsistensi dan kesetiaan Allah ditunjukkan kepada Abraham dan Sara. Pada perikop yang kita baca hari ini kita menyaksikan bahwa konsistensi dan kesetiaan Allah melampaui batas yang mungkin dikehendaki Sara. Karena Allah memberikan janji bahwa Abraham akan menjadi bapak banyak bangsa, maka ia menganggap bahwa janji itu boleh terpenuhi melalui Ismael yang terlahir dari rencana Abraham dan Sara. Namun, Allah tetap pada rancangan-Nya. Kelahiran Ishak mengubah anggapan dan perasaan Sara terhadap Ismael.
Allah bertindak sebagai penengah antara Sara yang ingin mengusir Hagar dan Ismael di satu sisi, dengan Abraham yang tetap menyayangi Ismael, karena bagaimana pun Ismael adalah anak kandungnya (11). Allah menghibur Abraham dengan membantu dia berfokus pada jangka panjang, yaitu pada terpenuhinya janji Allah melalui Ishak, tetapi Allah juga tetap akan menajga kehidupan Ismael sesuai janji yang telah Dia buat sebelum Abraham dan Sara mengikuti rencana mereka sendiri (bdk. 15:5).
Kekuatan Abraham sebagai seorang ayah sangatlah terbatas. Ia tidak bisa selamanya menjadi ayah bagi Ismael. Ketika Hagar dan Ismael dikirimnya pergi, ia bahkan hanya bisa memberkati mereka dengan bekal yang sangat terbatas (14), tetapi pemeliharaan Allah tak mengenal batas. Allah memelihara hidup Ismael, dalam pemenuhan janji-Nya kepada Abraham. Bukan cuman dengan pemeliharaan sesaat pada saat mereka kehabisan air di padang gurun, tetapi hingga ia menjadi pria dewasa (bdk. 20-21), bisa menafkahi dirinya sendiri serta berkeluarga.
Melalui perikop ini kita melihat karakter Allah yang setia dan konsisten, tidak terbatasi oleh harapan dan memelihara umat-Nya. Bahkan di tengah keterbatasan dan kebandelan manusia, Allah tetap teguh dengan janji dan rencana-Nya. Kepada Allah yang demikian kita beriman. Dan sebagai umat-Nya, kisah ini diberikan sebagai sebuah teladan untuk diikuti dan dijalani di hadapan-Nya.