Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Percayalah

Selasa, 11 Agustus 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kejadian 21:1-7

Audio Ayat

Audio Renungan

Di tengah ketidakberimanan Bapak Orang Beriman yang setelah dua puluh lima tahun masih saja mengkhawatirkan nyawanya (Kej. 20:11) dan jatuh ke dosa yang sama, Tuhan menyatakan kasih setia-Nya dengan tetap “memperhatikan Sara”. Dalam perjalanan iman selama dua puluh lima tahun ternyata Abraham berulang kali menunjukkan sikap kurang beriman. Sikap ini menyebabkan mereka membuat dosa yang memalukan di hadapan Firaun (Kej. 12:10-20), lalu mengambil keputusan yang berbuntut panjang dengan menggunakan Hagar untuk memberikan anak (Kej. 16:1-16) hingga berulangnya peristiwa Mesir di hadapan Raja Gerar (Kej. 20:1-18).

Baru saja kita membaca sebuah kisah mengenaskan di perikop sebelumnya, lalu dalam kontras yang dahsyat perikop yang kita baca hari ini menyodorkan kesetiaan Tuhan atas janjinya, kendati Abraham dan Sara berulang kali memilih untuk memakai cara mereka sendiri.

Dalam ayat 1 saja, dua kali ditekankan kesetiaan dan konsistensi Tuhan, “seperti yang difirmankan-Nya” dan “seperti yang dijanjikan-Nya.” Maka Sara pun mengandung “pada waktu yang ditetapkan, sesuai dengan firman Allah.”

Abraham dan Sara melakukan berbagai upaya dalam keterbatasan pemahaman mereka, tetapi pada akhirnya rencana Tuhanlah yang terjadi sesuai kedaulatan-Nya. Ishak dilahirkan sebagai anak perjanjian. Berbeda dengan kelahiran Ismael yang membawa dukacita, kelahiran Ishak justru membawa tawa yang dahsyat (6, “Allah sudah membuatkan tawa untukku”), suatu tanda sukacita yang besar baik bagi Sara maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Berbeda dengan tawa Abraham yang menyiratkan olokan (Kej. 17:17), tawa Sara adalah tawa sukacita atas janji yang telah dipenuhi. Ishak pun disunat pada hari kedelapan, sebagai tanda bahwa ia adalah bagian dari umat perjanjian.

Gelombang hidup terkadang membuat kita kehilangan arah dan fokus. Namun, Tuhan setia. Ia menepati janji-Nya pada waktunya. Percayalah dan kita akan terkejut melihat betapa dahsyat janji dan firman Tuhan.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA