Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Keteladanan Perempuan Pilihan Allah
Minggu, 10 November 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Lukas 1:39-56
Audio Ayat
Audio Renungan
Mula biasanya dua atau lebih perempuan berkumpul, gossip pasti menjadi topik hangat dalam pembicaraan. Demikian penilaian sinis sebagian orang. Seharusnya penilaian ini tidak tercetus ketika orang-orang Kristen berkumpul. Mereka harus mampu menepis anggapan tersebut dengan memberikan kesaksian dan contoh yang baik bagi banyak orang. Maria mengunjungi Elisabet kemungkinan untuk dua alasan: Pertama, Maria ingin mengungkapkan kebahagiaan dan rasa kasihnya kepada Elisabeth, sepupunya. Elisabeth mendapatkan kasih karunia Allah, sebab ia mengandung anak yang akan mempersiapkan jalan bagi Mesias (2). Kedua, untuk berbagi pergumulan karena anugerah Allah atas dirinya. Dua Perempuan itu bukan bertemu untuk memperbincangkan hal-hal negatif. Mereka berbagi sukacita dan pergumulan. Seharusnya orang-orang Kristen masa kini belajar dari keteladanan Elisabet dan Maria. Elisabet dan Maria adalah dua perempuan Allah yang berbahagia karena dipilih dan dipercaya Allah untuk mengandung utusan-utusan Allah. Yohanes sebagai orang yang mempersiapkan jalan bagi Mesias. Sedangkan Yesus adalah Mesias yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia dari murka Allah. Tidak ada perasaan saling iri atau dengki di antara mereka. Mereka kelihatannya berbahagia karena menerima anugerah yang luar biasa dapat dipakai Allah melaksanakan rencana-Nya. Hal menarik dapat kita dipelajari dari Maria adalah kemuliaan yang diperolehnya merupakan bentuk perhatian Allah kepada kaum yang lemah dan miskin. Bahkan perhatian-Nya juga meluas kepada seluruh umat Israel yang selama ini hidup dalam penindasan. Melalui figur Maria, kita belajar meluaskan wawasan dan melihat bagaimana berkat Tuhan bukan hanya disimpan untuk diri sendiri. Apa yang akan anda lakukan ketika Allah memberkati hidup anda. Kepada siapakah anda akan berbagi berkat Tuhan itu?