Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Krisis Multi Dimensional
Sabtu, 18 Juli 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Kejadian 6:9-22
Audio Ayat
Audio Renungan
Krisis multi dimensional adalah suatu keadaan di mana bangsa dan negara diladan oleh beraneka ragam pertentangan besar maupun kecil. Ditambah lagi dengan berbagai keruwtan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan juga kebobrokan moral. Krisis tersebut sedang berusaha memorakporandakan dan menghancurkan berbagai sendi penting kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitu hebatnya krisis tersebut sehingga banyak orang yang khawatir akan terjadinya disintegrasi bangsa dan negara, atau takut membayangkan apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari.
Nats kita hari ini memberi gambaran tentang krisis yang jauh lebih parah dalam pemandangan Tuhan. Tuhan mendapati bahwa bumi telah rusak, penuh dengan kekerasan dan semua manusia pun telah rusak. Padahal pada waktu Allah menciptakan bumi ini, Ia menjadikan segala sesuatunya sungguh amat baik (Kej. 1:31). Akan tetapi, di tengah-tengah kebobrokan tersebut Allah masih mendapati Nuh sebagai pribadi yang saleh dan tidak bercela di hadapan-Nya (9). Ini sesuatu yang sungguh luar biasa. Meskipun Nuh hidup di tengah generasi yang penuh kebobrokan dan kejahatan di mata Tuhan, tetapi Ia masih mendapati Nuh sebagai pribadi yang tidak terkontaminasi oleh zaman. Ternyata hal ini bisa terjadi karena sepanjang perjalanan hidupnya, Nuh selalu bergaul dengan Allah. Ia menjalani hidup dengan selalu bersekutu dengan Tuhan dan menaati firman-Nya. Sama seperti Henokh, Nuh selalu berjalan dengan Allah di sepanjang jalan hidupnya (bdk. Kej 5:22). Namun, Henokh diangkat ke surga tanpa kematian, sedang Nuh tidak! Tuhan berdaulat untuk memberikan hal yang berbeda kepada dua orang yang melakukan hal yang sama, yaitu yang melakukan semuanya tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
Di tengah krisis multi dimensional yang terjadi dalam bangsa kita, Tuhan tetap menyatakan firman-Nya kepada kita, umat-Nya, melalui para hamba-Nya. Maka dengarkan hamba Tuhan yang memberitakan kebenaran firman Tuhan. Jangan hanya belajar firman, tetapi taati kehendak-Nya dengan sepenuh hati.