Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Menghargai sesama
Jumat, 30 Oktober 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Keluaran 9:1-12
Audio Ayat
Audio Renungan
Mengapa orang menindas sesamanya? Karena manusia yang satu menganggap diri lebih tinggi daripada yang lainnya. Manusia menciptakan sistem kasta di antara sesamanya, padahal Tuhan menciptakan semua manusia setara.
Mengapa Firaun berkeras tidak mau melepaskan bangsa Israel? Orang Israel memang hanya budak bagi orang Mesir, tetapi merupakan aset juga untuk pembangunan negara itu. Maka walaupun sudah empat tulah dijatuhkan, Firaun bergeming. Lalu tulah kelima, yaitu: sampar, menimpa ternak orang-orang Mesir (3,6) dan tulah keenam yaitu barah, menjangkiti orang Mesir dan ternaknya (9-10). Semua itu diturunkan Tuhan untuk menghajar Firaun dan bangsanya. Bahkan para ahli sihir Firaun terkena barah itu juga (11). Sebaliknya, bangsa Israel dilindungi Tuhan dari malapetaka itu (4).
Firaun dalam kepercayaan bangsa Mesir dianggap sebagai anak allah (dewa Ra), tetapi di hadapan Allah Israel, Firaun tetaplah manusia biasa. Ia adalah makhluk ciptaan Allah yang mempunyai hakikat yang sama dengan sesamanya manusia. Sikap dan perbuatan Firaun yang menganggap diri lebih dari manusia biasa sesunggunya merupakan sikap yang salah. Begitu pula sikapnya yang melecehkan harkat bangsa Israel. Apalagi dengan sombongnya Firaun mau melawan Allah Israel, Sang Pencipta. Upah kesombongan itu adalah kehancuran yang akan datang melalui tulah-tulah yang sudah dan yang masih akan datang.
Orang Kristen harus lebih peka menolak sikap membedakan manusia menurut suku, harta, kedudukan, dan lain sebagainya. Pemahaman bahwa kita diciptakan sama mulia sebagai gambar Allah perlu secara aktif kita praktikkan. Lebih dari itu, anugerah pengampunan dalam Kristus Yesus yang membuat orang mengalami pemulihan dari perbudakan dosa, wajib kita saksikan.
Renungkan
Mereka yang tertindas harkatnya oleh dosa adalah sesamaku. Aku harus mengasihi dan menyatakan kasih Allah kepada mereka.