Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Taat Penuh
Jumat, 21 Agustus 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Kejadian 25:1-18
Audio Ayat
Audio Renungan
Alkitab menunjukkan bahwa Allah berhak memilih siapa yang hendak Dia berkati. Kita harus menerima hal itu walau sulit kita pahami. Nas ini menunjukkan ketaatan Abraham terhadap kehendak Allah. Sebagai ayah, Abraham pasti mengasihi seluruh anaknya. Ia juga mengasihi Ismael. Kasihnya kepada Ismael sudah sedemikian mendalam sehingga ketika Allah menjanjikan bahwa Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki, Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenan hidup di hadapan-Mu” (Kej. 17:18). Abraham tidak lagi memikirkan tentang anak yang lain. Ia mengasihi Ismael dan menghendaki supaya Ismael menjadi pewaris dari perjanjiannya dengan Tuhan. Namun, Tuhan tidak berkehendak demikian.
Setelah Ishak lahir dan Sara meminta Abraham untuk mengusir Hagar dan Ismael, Abraham menjadi sebal (Kej. 21:11). Namun, karena Allah menyuruh dia untuk melakukan apa yang diminta Sara maka dalam ketaatan kepada Tuhan, Abraham menyuruh Hagar dan Ismael pergi (Kej. 21:14).
Dalam Kejadian 25:5-6 kita membaca bahwa “Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka – masih pada waktu ia hidup meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.” Ini memperlihatkan bahwa Abraham sudah memahami bahwa yang akan mewariskan perjanjiannya dengan Allah hanyalah Ishak, sebab itu ia juga mewariskan semua hartanya kepada Ishak. Ia juga mengerti bahwa Allah tidak menghendaki Ishak hidup bersama-sama dengan Ismael (Kej. 21:12) atau anak-anaknya yang lain. Maka meski tidak diperintah Allah, ia menyuruh mereka meninggalkan Ishak.
Dalam mengikuti Tuhan, kita sering menemukan rancangan Tuhan berbeda dengan keinginan kita. Namun, seperti Abraham, kita harus belajar menaati Allah secara penuh meski kehendak-Nya itu tidak menyenangkan. Kita adalah hamba-Nya maka kita harus menaati semua kehendak-Nya.