Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Yakin akan Janji Tuhan

Kamis, 8 Oktober 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kejadian 47:27-31

Audio Ayat

Audio Renungan

Setelah melalui pergulatan hidup yang panjang (Kej. 47:9), tibalah saatnya bagi Yakub untuk meninggalkan pesan terakhir. Keturunan Yakub untuk sementara hidup aman dan sentosa di tanah asing (27). Hingga menjelang ajalnya, Yakub diberi gambaran mengenai penggenapan janji Tuhan bahwa keturunannya akan menjadi bangsa yang besar (Kej. 28:3; 35:11). Selama tujuh belas tahun ia masih hidup menyaksikan perkembangan yang membesarkan hati ini.

Hanya saja, semuanya ini terjadi di tanah asing! Setelah melalui tahun-tahun pengembaraan yang “buruk adanya” (47:9), janji Tuhan mengenai tanah yang akan diberikan sebagai milik keturunan Abraham belum menjadi kenyataan (Kej. 15:7). Bagaimana sikap Yakub selaku pewaris janji Tuhan menghadapi kenyataan ini? Menjelang ajalnya, ia meminta Yusuf mengikat diri dengan sumpah kepadanya (29).

Yakub sadar ajalnya kian mendekat dan hal terbaik yang dapat ia lakukan adalah menatap ke depan kepada janji Allah yang akan memberi tanah Kanaan kepada keturunan Abraham. Dalam pesan terakhirnya, Yakub meminta Yusuf untuk membawanya “keluar” dari Mesir. Pesan ini mengingatkan anak cucu Israel untuk tetap mengingat janji Tuhan kepada leluhur mereka.

Bagi Yusuf sendiri dapat dikatakan, ia boleh saja menikmati jabatan sedemikian tinggi di Mesir, tetapi Mesir bukanlah tujuan terakhir. Mesir buat sementara memang menjanjikan keselamatan dari kelaparan, tetapi Mesir bukanlah negeri perjanjian itu sendiri.

Dari akhir hidup Yakub, kita kembali belajar mengenai pentingnya pengharapan. Pengharapan berarti kita bersiteguh dalam keyakinan kita akan apa yang belum terlihat dan terwujud. Kita memiliki dasar yang teguh untuk itu, sebab yang kita nantikan ialah penggenapan janji Tuhan. Kepada umat Israel dahulu dan juga kepada kita sekarang yang menantikan Tanah Perjanjian abadi (Flp. 3:20). Dan sebagaimana Allah setia menggenapi janjinya pada Israel, Allah juga setia menggenapi janjinya pada kita.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA