Pengantar Surat FILIPI

Jemaat Filipi didirikan oleh Paulus dalam perjalanan misinya ke Eropa (Kis. 16). Jemaat yang mayoritas bukan orang Yahudi ini ternyata merupakan jemaat yang disayangi Paulus lebih dari jemaat lain. Jemaat Filipi memberi perhatian, bahkan dukungan untuk pelayanan Paulus, baik dalam perjalanan misinya maupun ketika Paulus sedang di penjara.

Kemungkinan besar Paulus sedang ada di rumah tahanan (penjara rumah) di Roma. Di sana, ia sedang menantikan keputusan Kaisar atas naik bandingnya ia ketika ditahan di Kaisarea (Kis. 25:12; 28:16,30-31). Situasi pemenjaraan ini bukan dalam keadaan sama sekali terbelenggu, tetapi memiliki kebebasan untuk menerima tamu bahkan memiliki rekan kerja yang membantu merawat dirinya sekaligus menjadi asistennya.

Surat ini ditulis oleh seorang bapak rohani yang hendak menguatkan anak-anak rohaninya. Mereka didorong agar tetap setia mengikut Tuhan. Paulus sendiri mencontohkan dirinya yang walaupun di dalam penjara tetap bersemangat mengabarkan Injil. Bahkan Paulus tetap optimis dan bersukacita walaupun ada kemungkinan ia menghadapi maut dari pengadilan Roma. Lebih indah lagi, Paulus menunjuk kepada inkarnasi Tuhan Yesus yang meninggalkan teladan memberi diri untuk dan demi orang lain. Paulus menunjukkan bahwa hal itu bisa dilakukan anak- anak Tuhan, termasuk jemaat Filipi. Paling sedikit Timotius dan Epafroditus dipujikan oleh kesungguhan dan kasih mereka dalam pelayanan.

Secara pribadi Paulus bersyukur untuk perhatian jemaat Filipi kepada dirinya dan pelayanannya. Namun, bagi Paulus yang penting adalah Tuhan dimuliakan melalui dirinya dan pelayanannya, ataupun melalui hidup dan pelayanan jemaat Filipi.