Pengantar Surat 1 PETRUS

Surat 1 Petrus digolongkan sebagai surat umum karena ditujukan kepada jemaat Kristen, yaitu para pendatang atau musafir yang tersebar di wilayah Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia. Ini berbeda dengan berbagai surat Paulus yang ditujukan kepada jemaat atau orang tertentu.

Pikiran utama surat ini adalah mengenai pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali. Orang percaya akan terpelihara hingga keselamatan dinyatakan pada zaman akhir (1:5). Mereka yang memelihara iman akan diselamatkan dari penghakiman yang akan datang (1:7). Orang percaya harus mengharapkan kasih karunia yang akan datang pada saat penyataan Yesus Kristus (1:13). Hari lawatan Tuhan itu sangat dinantikan (2:12) karena kesudahan segala sesuatu sudah dekat (4:7). Mereka yang menderita karena Kristus akan bersukacita dengan Dia ketika kemuliaan-Nya dinyatakan (4:13). Penghakiman akan dimulai dari rumah Allah (4:17). Petrus sendiri memastikan bahwa dirinya adalah orang yang akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan datang (5:1). Ketika Sang Gembala Agung datang, orang beriman akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak akan layu (5:4). Itulah yang mendasari kesetiaan iman, keberanian, serta ketahanan untuk menderita.

Memang banyak pengikut Kristus dari abad pertama menderita aniaya karena iman kepada Kristus. Dimulai dari Yerusalem, penganiayaan kemudian melanda setiap tempat di mana komunitas Kristen berada. Petrus telah melihat saudara seimannya menderita dan mati. Ia sendiri telah mengalami penganiayaan juga. Namun, ia mengenal Kristus dan tak ada satu pun yang dapat menggoyahkan keyakinannya pada Kristus yang bangkit. Karena itu, Petrus menulis surat pada gereja-gereja yang mengalami penderitaan untuk meneguhkan iman mereka, memberi penghiburan dan harapan, dan juga mendorong mereka agar tetap setia pada Kristus.

Memang ada harga yang harus dibayar untuk mengikut Kristus. Maka tidak heran bila kita mengalami penderitaan karena iman kita. Namun ingatlah bahwa suatu saat kelak Kristus akan datang untuk kedua kali, untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya, serta untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada kita yang setia.