Pengantar Kitab Wahyu
Yohanes memulai kitab Wahyu dengan menjelaskan bagaimana ia menerima wahyu itu dari Allah (1:1-20). Ia kemudian menyampaikan pesan-pesan khusus dari Yesus kepada tujuh gereja di Asia (2:1-3:22). Namun kemudian terjadi peralihan adegan. Yohanes mendapatkan penglihatan-penglihatan dari perspektif surgawi yang menggambarkan kedaulatan Allah di dunia ciptaan-Nya (4-11); kebangkitan si jahat di masa datang, dengan tampilnya sosok- sosok yang melawan Allah, sebagai puncaknya (12-18). Lalu diikuti dengan penglihatan tentang kemenangan Raja atas segala raja, perjamuan kawin Anak Domba, penghakiman terakhir, dan hadirnya Yerusalem baru (19:1-22:5). Wahyu ditutup dengan janji akan kedatangan Kristus (22:6-21).
Kitab Wahyu adalah sebuah kitab pengharapan. Yohanes, murid yang dikasihi dan saksi Yesus Kristus, menyatakan bahwa Tuhan yang menang itu akan kembali untuk kedua kalinya untuk mengangkat orang benar dan menghakimi mereka yang jahat. Maka pada saat itu semua orang akan tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Mereka yang mengasihi Dia akan bersukacita dan menyanyikan puji-pujian bagi Juruselamat mereka. Namun musuh-musuh-Nya akan dipenuhi dengan kegentaran, karena pada saat itu tidak ada satu pun musuh Kristus yang dapat bertahan melawan murka Allah. Yesus Kristus, Hamba yang menderita itu, adalah juga Raja dan Hakim yang berkuasa dan menang. Namun kitab Wahyu juga merupakan sebuah kitab peringatan. Melalui nubuat mengenai apa yang akan terjadi di masa datang, umat Tuhan dipanggil untuk hidup dalam kebenaran.
Meskipun Yesus Kristus memberikan wahyu ini kepada Yohanes sekitar dua ribu tahun yang lampau, kitab Wahyu tetap menjadi penghiburan dan tantangan bagi umat Tuhan di sepanjang zaman, termasuk kita di masa kini. Saat Anda membaca kitab Wahyu, cobalah merasakan ketakjuban Yohanes atas panorama menakjubkan dan rencana yang Allah nyatakan kepada dia. Dengarkanlah peringatan Kristus kepada gereja-gereja lalu singkirkan segala yang menghalangi hubungan Anda dengan Dia. Sungguh merupakan penghiburan dan pengharapan karena mengetahui bahwa Allah pegang kendali, Kristus akan menyatakan kemenangan, dan semua yang percaya Kristus akan selamat.