Pengantar Surat TITUS
Seperti halnya 1 dan 2 Timotius, Titus adalah surat pribadi dari Paulus kepada salah seorang pembantu mudanya. Surat ini disebut “Surat Penggembalaan” karena membahas masalah yang berkaitan dengan peraturan gereja dan pelayanannya. Titus, seorang petobat non-Yahudi (Gal. 2:3), menjadi pendamping dekat Paulus dalam pelayanan pekabaran Injil. Walaupun namanya tidak disebut dalam Kisah Para Rasul (mungkin karena ia saudara Lukas), tetapi relasi yang erat dengan Paulus tidak dapat dipungkiri. Pertama, disebutnya Titus sebanyak 13 kali dalam surat-surat Paulus. Kedua, dia adalah orang yang bertobat dalam pelayanan Paulus dan anak rohaninya (Tit. 1:4) dan seperti Timotius menjadi teman sekerja Paulus yang terpercaya dalam pelayanan (2Kor. 8:23). Ketiga, dijadikannya wakil Paulus untuk satu tugas penting ke Korintus selama perjalanan misi ketiga Paulus (2Kor. 2:12-13; 7:6-15; 8:6,16- 24). Keempat, sebagai teman sekerja Paulus di Kreta (Tit. 1:5).
Paulus dan Titus bekerja bersama-sama dalam waktu singkat di Kreta, sedangkan Paulus melanjutkan pelayanannya ke Makedonia (bdk. 1Tim. 1:3). Paulus meninggalkan Titus di Kreta untuk melanjutkan pelayanannya di sana. Kenyataannya, keadaan di Kreta sangat mengecewakan. Gereja tidak terorganisasi dengan baik. Perilaku jemaatnya amburadul. Kaum pria lalai dan ceroboh, kaum wanita muda pemalas dan genit, dan kaum wanita tua suka bergosip dan mabuk-mabukan. Hal ini disebabkan oleh gabungan dari kelemahan moral yang berasal dari sifat bawaan Kreta (1:12- 13) dan pemerintah serta omongan sia-sia yang diperluaskan oleh penganut Yudaisme yang menyangkal Allah (1:16), tidak tertib (1:10), suka mengacau (1:11) dan hanya mencari keuntungan bagi diri sendiri (1:11).
Tidak lama sesudah peristiwa itu, Paulus menulis surat ini kepada Titus dan memberikan arahan bagaimana mengatasi persoalan tersebut. Ada tiga hal yang dikemukakan dalam surat ini, yaitu: Pertama, Titus diingatkan mengenai kriteria dan kredibilitas seseorang menjadi pemimpin jemaat. Hal ini penting karena perilaku orang-orang Kreta yang jahat. Kedua, Titus dinasihati mengenai bagaimana caranya mengajar setiap golongan yang ada di jemaat. Ketiga, Titus diajar mengenai pola hidup orang-orang Kristen.