Pengantar Surat YUDAS

Begitu banyak ajaran sesat yang melawan kekristenan, tetapi seberapa banyak kita mengenalinya? Dan apakah kita memahami perbedaannya bila dibandingkan dengan pengajaran Kristen?

Yudas, yang mengerti bahaya ajaran sesat, mengurungkan niatnya untuk menulis surat yang berisi pengajaran tentang keselamatan (3). Yudas kemudian memakai suratnya sebagai sarana untuk memotivasi orang Kristen yang membaca suratnya untuk bertindak. Maka setelah memaparkan bahaya pengajar dan ajaran sesat (1-16), Yudas kemudian mendorong mereka untuk mempertahankan kebenaran dan melawan kesesatan (17-25). Kesesatan memang tidak dapat dilawan hanya dengan duduk diam dan berpangku tangan.

Perlawanan terhadap kebenaran Kristen memang akan ada dan pengajar-pengajar sesat akan bangkit. Karena itu kepada orang- orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, Yudas menasihati mereka untuk berjuang mempertahankan iman (3) dengan menolak semua kesesatan dan semua perbuatan amoral (4-19). Mereka harus mengingat penghukuman Allah atas orang berdosa (5-11, 14-16), dan tidak boleh melupakan peringatan-peringatan para rasul (17-19). Sebab itu pembaca surat Yudas harus membangun iman mereka di dalam doa (20), tetap setia kepada Yesus (21), dan membenci dosa (23). Mereka juga bukan hanya berjuang bagi diri mereka sendiri. Mereka harus peduli terhadap orang-orang yang telah lemah dan dikalahkan. Orang-orang itu harus dibawa kembali (22)!

Sebagai pengikut Kristus yang hidup di masa kini, kita pun harus waspada karena masih banyak pengajar sesat yang menantikan kesempatan untuk menghancurkan kehidupan orang yang berpusatkan Kristus dan meruntuhkan kesatuan tubuh Kristus. Kitab Yudas meng-ajarkan bahwa kita harus bertahan dan berjuang dalam iman. Sebab itu baca dan pelajarilah peringatan Yudas ini sungguh-sungguh. Selidiki berbagai pengajaran yang Anda dengar dan bandingkanlah dengan kebenaran firman Tuhan. Lalu tetapkan keputusan untuk ber-diri teguh dalam iman yang diperlihatkan melalui kekudusan hidup. Serta berusahalah melawan kesesatan, apa pun konsekuensinya.