Pengantar Surat IBRANI

Tidak diketahui secara pasti kepada siapa surat ini dialamatkan, sekalipun Roma merupakan kemungkinan. Dalam naskah Yunani yang tertua, judul kitab ini hanya ditulis “Kepada Orang Ibrani.” Penggunaan Septuaginta (Alkitab PL dalam bahasa Yunani) oleh penulis ketika mengutip PL menunjukkan bahwa para penerima surat ini kemungkinan adalah orang-orang Yahudi berbahasa Yunani yang tinggal di luar Palestina. Kalimat “terimalah salam dari saudara-saudara di Italia” (versi Inggris NIV -- “mereka dari Italia mengirim salam” Ibr 13:24) mungkin sekali penulis sedang menulis kepada orang-orang yang tinggal di Roma dan mencantumkan salam dari orang-orang percaya dari Italia yang dalam perantauan.

Para penerima surat ini mungkin terdiri atas kelompok-kelompok persekutuan rumah yang merupakan bagian dari jemaat gereja yang lebih luas di Roma. Beberapa di antaranya mulai menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan iman mereka kepada Yesus dan kembali kepada kepercayaan Yahudi mereka sebelumnya, karena mereka dianiaya dan putus asa.

Surat Ibrani ditulis kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan dan keputusasaan. Penulis berusaha memperkuat iman mereka kepada Kristus dengan menjelaskan secara teliti akan keunggulan dan ketegasan penyataan Allah serta penebusan dalam Yesus Kristus. Ia menunjukkan bahwa penyediaan penebusan di bawah perjanjian lama sudah digenapi. Yesus telah datang menetapkan suatu perjanjian baru oleh kematian-Nya yang mendamaikan orang berdosa dengan Allah.

Dalam surat Ibrani, kita dapat melihat penulis menantang dengan lantang kepada para pembacanya, antara lain: Pertama, tetap mempertahankan pengakuan mereka terhadap Kristus hingga pada kesudahan zaman. Kedua, maju terus menuju kedewasaan rohani. Ketiga, tidak kembali kepada kehidupan di bawah hukuman dengan cara meninggalkan kepercayaan kepada Yesus Kristus.